Pasukan Brimob Polda Papua yang tengah memburu Kelompok Kriminal Bersenjata di Timika dan sejumlah daerah lain di Papua yang melakukan kekerasan dan pembunahan terhadap para pekerja.

IM.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur memberangkatkan 100 pasukan Brimob (satu kompi) ke Papua, Rabu besok (5/12/2018). Seratus pasukan Brimob ini ditugaskan membantu Polda Papua membebaskan warga dan pekerja dari tindak kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Timika, Papua.

Satu kompi pasukan brimob itu dipilih dari masing-masing detasemen. Semua dipilih sesuai kemampuan dan keahliannya untuk menangani situasi di Papua.

“Sebanyak satu kompi Brimob yang berjumlah 100 orang akan dikirim ke Papua pada Rabu besok,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (4/12/2018).

Menurut Barung, pasukan Brimob Polda Jatim tidak hanya memburu KKB di Timika. Mereka juga siap dikirim ke beberapa daerah lain seperti kawasan Tembagapura dan Kabupaten Nduga.


“Teknisnya seperti apa, pasukan Brimob itu kita serahkan ke Polda Papua, yang paham dengan situasi di sana. Kami hanya membantu membackup sebagai bentuk penguatan Operasi Maleo di Papua,” jelasnya.

Sebanyak 31 orang tewas dibunuh oleh KKB di proyek jalan Trans Papua. Pembunuhan ini diduga dilakukan saat mereka tengah membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga.

Polda Papua juga mencatat ada 31 pekerja lain yang disandera sejak Sabtu (1/11). Para pekerja proyek itu pun telah ditembak mati oleh KKB.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengungkapkan dua Satuan Setingkat Peleton (SST) gabungan TNI-Polri masih menuju lokasi penembakan 31 pekerja PT Istaka Karya. Martuani menegaskan akan menindak tegas KKB.

“Saya tidak pernah mengatakan untuk menyerahkan diri, tapi akan kita lakukan penindakan sesuai hukum,” kata Martuani, Selasa (4/12/2018).

Mantan Kadiv Propam Mabes Polri tersebut mengaku hingga saat ini prajurit belum tiba di lokasi. Kendala yang dihadapi yakni jalur akses yang harus ditempuh berjalan kaki.

“Anggota kami belum sampai ke TKP. Ini Papua, jadi jarak tempuhnya jalan darat dan jalan kaki,” ucapnya.

Lebih lanjut Martuani kembali menegaskan, jajarannya tidak akan menolerir perilaku kejam KKB terhadap para pekerja. “Terhadap mereka akan kita lakukan penegakan hukum,” tandasnya. (kun/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here