Foto kiri: Kondisi tanggul sungai di Dusun Kauman, Desa Bangsal, Kecamatan Bangsal yang jebol usai diterjang banjir bandang, Jumat (18/1/2019). Foto kanan: Petugas bersama warga setempat bergotong royong memperbaki tanggul dan bangunan fisik di sekitarnya yang rusak.

IM.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menetapkan sebanyak 23 desa di 8 kecamatan masuk kategori rawan bencana. Ini menyusul peristiwa banjir dan tanah longsor serentak di beberapa daerah di Kabupaten Mojokerto yang membawa kerusakan cukup parah, Jumat (18/1/2019) lalu.

Beberapa desa yang berstatus tanggap darurat bencana itu yakni Desa Wotanmas Jedong, Jasem dan Purwojati, Kecamatan Ngoro. Lalu Desa Seloliman, Kecamatan Trawas;  Desa Tunggal Pager,  Kecamatan Pungging serta Desa Pandan Arum, Warugunung, Wiyu dan Kuripansari di Kecamatan Pacet  .

Selanjutnya, Desa Sadartengah, Ngarjo, Jumeneng Kecamatan Mojoanyar. Desa Kertosari, Jiyu, Gedangan Kecamatan Kutorejo. Desa Wonoploso, Kalikatir, Centong, Padi, Kebontunggul, Kecamatan Gondang. Serta dua desa di Kecamatan Bangsal yakni  Tinggar Buntut dan Bangsal.

Penetapan daerah tanggap darurat bencana ini berdasar pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mojokerto. Hasil pemetaan ini dibahas dalam rapat koordinasi BPBD dengan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Senin kemarin.


“Rakor juga menyepakati upaya penanganan pasca bencana seperti perbaikan sarana dan prasarana publik serta pemulihan korban terdampak. Penanganan dilaksanakan selama dua pecan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini, Selasa (22/1/2019).

Untuk pemulihan fisik pasca bencana, BPBD telah menerjunkan alat berat guna membuka akses jalan hingga membersihkan material longsor dan banjir bandang. Peralatan berat juga difungsikan untuk perbaikan tanggul yang jebol.

“Kami juga mengirim ribuan glangsing (diisi tanah) untuk penanggulangan sementara (jebolnya tanggul),” ujar Zaini.

“Kalau untuk bantuan kepada para korban terdampak, sudah diluncurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Seperti Sembako, pakaian, obat-obatan dan kebutuhan medis dan peralatan sekolah,” tambahnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here