Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Mojokerto Juanedi Malik menyoroti tanggul di Kuti, Kelurahan Gedangan, Kecamatan Magersari yang ambrol sepanjang 20 meter dampak pengerukan sedimen proyek normaliasi Sungai Sadar.

IM.com – DPRD Kota Mojokerto menyoroti ambrolnya tanggul Sungai Sadar di lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Selasa malam (22/1/2019) lalu. Dewan mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) selaku pihak yang dianggap paling bertanggungjawab agar segera memperbaiki tanggul dan mengajukan anggaran yang dibutuhkan.

Dewan menganggap ambrolnya tanggul merupakan dampak dari proyek pengerukan sedimen untuk pelebaran sungai sadar yang dikerjakan BBWS.

“Itu mutlak menjadi tanggung jawab BBWS. Jadi harus segera ditindaklanjuti,” tegas Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Mojokerto, Juanedi Malik saat dihubungi IM.com.

Menurutnya, perbaikan tanggul harus menjadi prioritas BBWS di sela pengerjaan proyek normalisasi Sungai Sadar yang kini sudah sampai wilayah Kecamatan Mojosari.


“Karena ini curah hujan sedang tinggi. Debit air yang terus meningkat bisa mengancam pemukiman warga di sekitar aliran sungai,” tandasnya.

Junaedi menyatakan, BBWS harus segera mengambil langkah taktis dan teknis untuk memperbaiki tanggul di RT 1 RW 5 Kelurahan Gedangan yang ambrol sepanjang 20 meter. Pihaknya menyarankan agar tanggul dibangun dengan bahan beton untuk memperkuat konstruksi.

“Agar tanggul sungai sadar lebih kuat tidak mudah merembes dan keropos. Dari segi tata juga betonisasi tanggul bisa lebih rapi dan indah” paparnya.

Dewan mengusulkan agar BBWS tidak menunda lagi pengajuan anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan tanggul yang sudah ambrol. Mengingat perbaikan tersebut merupakan masalah yang mendesak segera diselesaikan.

“Ini sudah kami sampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan BBWS dan Pemkot,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kota Mojokerto ini.

Bukan hanya di Kelurahan Gedangan yang sudah ambrol, BBWS juga diminta memetakan titik plengsengan Sungai Sadar di wilayah lain yang kritis akibat proyek pengerukan sedimen.

“BBWS seharusnya melakukan pemeriksaan secara berkala untuk pemeliharaan pasca proyek selesai dikerjakan. Ini untuk mengantisipasi jebolnya tanggul,” cetus Junaedi.

Plengesnegan Sungai Sadar di Kuti, Kelurahan Gedangan, Kecamatan Magersari, 20 meter ambrol usai hujan deras yang mengguyur, Selasa malam (22/1/2019). Esok harinya, Wakil Wali Kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria meninjau langsung ke lokasi saat beberapa pekerja membersihkan dinding tanggul yang ambrol.

Mereka juga mengangkuti batu kali fondasi tanggul. Fondasi dan plengsengan batu kali dibersihkan. Juga tampak sandbag alias karung putih berisi pasir ditempatkan di posisi plengsengan yang ambrol. 

Dalam kesempatan itu, Wawali meminta BBWS bertanggung jawab memperbaiki tanggul di lingkungan Kuti, Kelurahan Gedangan.
Menurutnya, sejumlah tanggul kondisinya memang kritis sejak adanya proyek normalisasi.

Tak hanya itu, kondisi tanggul memang menggantung dan rawan ambrol akibat dikeruk. (Baca: Wawali Minta BBWS Perbaiki Tanggul Ambrol Dampak Normalisasi Sungai Sadar).

“Kami sudah berkirim surat ke BBWS agar memproritaskan pembangunan tanggul sungai,” kata Rizal. (im)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here