Warga Dusun Gorekan Lor, Desa Cermen, menghanyutkan keranda jenazah untuk menyeberangi derasnya arus Kali Lamong. Warga terpaksa menguburkan jenazah Sayu di desa seberang karena tempat pemakaman di Desa Cermen terendam air.

IM.com – Minimnya infrastuktur di Gorekan Lor, Desa Cermen Kecamatan Kedamean Gresik menyuguhkan kisah ironi. Puluhan warga harus rela menerjang derasnya arus Kali Lamong untuk memakamkan jenazah di tempat pemakaman Desa Cermen.

Warga terpaksa memakamkan jenazah Sayu, di desa seberang, karena kondisi makam di kampungnya saat itu terendam banjir. Ritual pemakaman jenazah menyeberang Kali Lamong ini sempat direkam salah satu warga dan menjadi viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, terlihat sejumlah warga berjibaku dengan derasnya air sungai untuk menyeberangkan keranda jenazah. Keranda berisi jenazah itu ditaruh di atas ban, dan dihanyutkan di air agar bisa sampai di daratan desa sebelah.

Perjuangan keras memakamkan jenazah dengan menerobos derasnya arus Kali Lamong terpaksa dilakukan karena memang tidak ada jembatan yang menghubungkan Dusun Gorekan Lor dengan tempat pemakaman yang terletak di wilayah seberang. Satu-satunya jembatan yang bisa diakses letaknya cukup jauh di Dusun Kacang, Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, sekitar 3-4 kilometer dari Gorekan Lor.


Tentu saja, warga lebih memilih jalur terdekat untuk menggotong dan menguburkan jenazah. Kendati harus melawan derasnya arus Kali Lamong, terlebih ketika musim hujan seperti saat ini.

“Musim hujan begini jadi agak sulit, air sungai tinggi. Kalau musim kemarau, air surut, tidak begitu masalah,” kata Kepala Desa Cermen, Mochammad Suhadi, Selasa (12/2/2019).

Suhadi menjelaskan, dulunya ada jembatan kecil yang menghubungkan Dusun Gorkan Lor dengan wilayah seberang Kali Lamong. Namun jembatan itu sudah rusak diterjang arus deras saat volume air sungai sangat tinggi.

Solusi mendesak untuk menyelesaikan kesulitan warga, Pemerintah Desa Cermen telah mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan. Tetapi, sejauh ini dana yang terkumpul hanya Rp 400 juta.

“Anggaran segitu mungkin hanya bisa dibuat membangun jembatan seadanya,” ucap Suhadi.

Untuk itu, pihaknya meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Ia berharap, pemkab mau menyisihkan anggaran untuk membantu pembangunan jembatan Kali Lamong di Desa Cermen.

“Kalau ada anggaran tambahan bisa dipakai jembatan lebih permanen,” ungkap Mochammad Suhadi,” tutur Suhadi.

Camat Kedamean, Narto, mengatakan, belum ada sinyal respon dari pmekab untuk memberi bantuan. Walau demikian, pihaknya memastikan, pembangunan jembatan tetap dikerjakan sesuai rencana, tahun ini.

“Memang sudah ada rencana, dan itu sudah disampaikan dalam musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa, red),” jelasnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here