Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo mendampingi Presiden Joko Widodo sambil berbincang santai. Soekarwo mengungkapkan mayoritas calon anggota legislatif PD di Jatim memilih Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

IM.com – Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo, semakin terbuka mengungkap dukungan pribadi dan elit politik partainya untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Soekarwo menyebut sebanyak 86 persen calon legislatif partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono di Jatim mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Sebanyak 86 persen caleg PD memilih pasangan nomor urut 01 itu berdasar hasil survei Partai Demokrat Jatim pada Oktober 2018 lalu. Sementara sisanya 14 persen memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Itu sudah beberapa bulan yang lalu, hampir 6 bulan lalu,” kata Soekarwo di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019).

Mantan Gubernur Jatim ini pun telah lebih dulu menyatakan secara terbuka mendukung Jokowi-Ma’ruf. Sikap politik yang berbeda dengan keputusan DPP Partai Demokrat yang mendukung Prabowo-Sandi itu tidak akan membawa dampak sanksi.


Dirinya dan para caleg Partai Demokrat du Jatim meyakini, suara untuk Jokowi-Ma’ruf di Jatim lebih besar ketimbang rivalnya, Prabowo-Sandi.
Menurut Soekarwo, beda pilihan politik itu justru menguntungkan partainya yang lebih mengutamakan pemenangan di Pemilu Legislatif 2019.

“Ini kan konsep supply chain, pasarnya minta apa, jadi market intelligent yang menentukan. Nah, pemilih di Jawa Timur sebagian besar ke Pak Jokowi, kalau ingin (menang) pileg ya harus pasarnya disesuaikan. Jadi market demand-nya disesuaikan dengan bagaimana supply,” ujar Pakde Karwo.

Pakde Karwo mengungkapkan telah meminta DPP Demokrat menerima segala masukan pemilih dalam setiap pengambilan keputusan, terutama dari kalangan anak muda. Sebab, ia meyakini anak muda menjadi salah satu kunci kemenangan Partai Demokrat di Jawa Timur.

“Rekomendasi saya kepada DPP, saya buat surat agar menanyakan sebetulnya apa yang sebetulnya dipikirkan, dicita-citakan, dan digelisahkan oleh anak muda itu. Jangan merumuskan sendiri, mereka harus dilibatkan dalam proses keputusan,” tutur pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini. (kun/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here