Aktivis lingkungan Ecoton dan Badan Evakuasi Popok (BEP) mencermati sampah popok yang semakin menggunung di tepi Sungai Brantas dan kali salurannya.

IM.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur menyebutkan kualitas air di wilayah Jatim semakin mengkhawatirkan karena pencemaran limbah. DLH terus berupaya mencegah dan menanggulangi pencemaran dengan berbagai cara.

Hal tersebut diungkapkan Kepala DLH Jatim Diah Susilowati usai melakukan hearing dengan Komisi D DPRD Jatim. Menurut Diah, saat ini masih banyak tercemar limbah, baik limbah domestik, industri rumahan cuma sampah plastik dan popok.

“Berbagai pencegahan terus dilakukan oleh DLH Jatim. Salah satunya dengan melakukan gerakan bersih sungai, juga menyediakan infrastruktur untuk limbah karena masih banyak industri rumahan yang IPAL-nya tidak bagus,” kata Diah Susilowati.

Upaya penindakan juga akan dilakukan oleh DLH Jatim, agar tidak ada lagi limbah yang dibuang ke sungai, terutama sampah palstik dan popok. (Baca: Brantas Darurat Sampah Popok, Ecoton Mengadu ke Kementerian LHK dengan Enam Tuntutan Ini).

Sementara itu, Komisi D DPRD Jatim meminta pemerintah provinsi mengambil langkah yang tegas untuk memberantas pencemaran sungai dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar sadar untuk menjaga lingkungan. Hal ini dikatakan Edi Paripurna, Ketua Komisi D DPRD Jatim. (pit/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here