Pungkasiadi (kiri) ketika ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP 2019-2024 sesuai keputusan DPP dalam Konfercab serentak di Kabupaten Madiun, Minggu (7/7/2019).

IM.com – Langkah Pungkasiadi running di Pemilihan Bupati Mojokerto kian mulus. Terpilihnya dia sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto 2019-2024 memastikan tiket dan dukungan penuh dari segenap kader dan simpatisan PDI Perjuangan sebagai calon bupati pada Pilkada serentak 2020 mendatang.

Pungkasiadi terpilih sebagai Ketua DPC di Konferensi Cabang PDIP, Minggu (7/7/2019). Konfercab PDIP digelar serentak di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Terpilihnya Pungkasiadi sebagai Ketua DPC cukup mengejutkan banyak pihak, khususnya internal PDIP. Sebab nama Pungkasiadi selama ini tidak pernah ada dalam proses penjaringan di semua level kepengurusan PAC sampai DPC yang diusulkan ke DPP.

Tetapi nama Pjs Bupati Mojokerto itu tiba-tiba diumumkan sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto dalam Konfercab, Minggu (7/7/2019) berdasar instruksi DPP. Dari informasi yang diperoleh, nama Wakil Bupaiti Mojokerto rupanya diusulkan oleh DPD PDP Jatim.


“Nama Abah Pung (Pungkasiadi) diusulkan DPD (PDIP Jatim). Itu boleh sesuai aturan, jadi memang tidak harus melalui PAC atau DPC,” kata mantan Sekretaris PDIP Kabupaten Mojokerto, Ismail Pribadi kepada inilahmojokerto.com, Minggu malam (7/7/2019).

Konfercab DPC PDIP se-Jatim 2019 digelar serentak, Minggu (7/7/2019). Untuk Konfercab PDIP Kabupaten Mojokerto yang masuk zona 3 digelar bersama 10 DPC lain di Kabupaten Madiun yang dihadiri Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah didampingi beberapa pengurus DPD.

DPP PDIP memang menerapkan mekanisme baru dalam pemilihan dan pembentukan struktur DPC dan DPD. Mulai tahun 2019 ini, penetapan ketua dan pembentukan struktur DPC dan DPD langsung diputuskan oleh DPP.

“Memang ada aturan baru seperti itu. Tidak ada hitung-hitungan suara lagi, mutlak kewenangan DPP,” ujar Ismail yang terpilih sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Bidang Kehormatan Partai periode 2019-2024.

Mekanisme ini berkebalikan dengan sebelumnya. Pada periode-periode yang lalu, DPP hanya mengusulkan (rekomendasi) nama kandidat ke DPC dan DPD. Selanjutnya, DPC dan DPD yang berwenang memutuskan kandidat terpilih dan pembentukan struktur partai melali konfercab atau konferda.

Mekanisme baru yang ditetapkan DPP tentu membuat banyak kandidat yang mengikuti proses penjaringan dan memperoleh dukungan dari level bawah harus gigit jari. Termasuk Ismail Pribadi yang juga dicalonkan sejumlah PAC dan diusulkan dengan sejumlah nama kandidat lain ke DPP.

“Selain saya, ada Bu Puji (Setia Puji Lestari, Ketua DPC periode 2014-2019), Yuni Sri Erdiana dan banyak lagi dari pengurus DPC,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto yang terpilih lagi sebagai anggota dewan pada Pemilu 2019.

Dua nama yang disebutkan Ismail tadi oleh DPP diplot untuk posisi yang lain dalam struktur kepengurusan DPC 2019-2024. Setia Puji Lestari sebagai Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik dan Yuni Sri Erdiana menjabat Sekretaris.

Sementara bagi Pungkasadi, keputusan DPP PDIP menunjuknya sebagai Ketua DPC semakin memantapkan langkahnya menuju Pilbup Mojokerto 2020. Sebagai ketua, Pungkasiadi bakal lebih mudah dan leluasa menggerakan mesin politik dan sumber daya partai banteng untuk mendulang suara sebesar-besarnya.

Amunisi dari PDIP itu menambah energi lebih bagi Pungkasiadi yang sudah mengantongi keuntungan sebagai incumbent (wabup). Meskipun, tiket dari PDIP saja belum cukup untuk mengantarkannya sebagai Cabup.

“PDIP hanya punya 9 kursi (berdasar hasil Pemilu 2019),kurang satu. Jadi harus koalisi dengan partai lain, lebih banyak partai yang bergabung lebih baus,” tutur Ismail.

Untuk diketahui, syarat minimal dukungan partai politik untuk mendaftar sebagai calon bupati dalam Pilkada sebesar 20 persen. Apabila dikonversikan ke jumlah kursi di DPRD Mojokerto, seorang bakal cabup harus mengantongi dukungan partai atau gabungan parpol yang memiliki jumlah minimum 10 kursi.

Pada Pilkada 2015 silam, PDIP mengusung pasangan Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi yang kemudian terpilih sebagai Bupati-Wabup Mojokerto. Kala itu, Pungkasiadi baru bergabung sebagai kader PDIP yang disyaratkan partai banteng moncong putih untuk mengusung dirinya sebagai cawabup. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here