Kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno, Pasuruan, Jatim, kian meluas. Sudah 300 hektar area Taman Hutan Rakyat (Tahura) dilalap api.

IM.com – Kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjuno, Jawa Timur semakin meluas dan sulit dipadamkan. Bdan Penanggulangan Bencana Daerah Jatim berencana menggunakan water boombing (penyiraman air melalui udara) untuk memadamkan api yang kini sudah melahap lebih dari 300 hektar area Taman Hutan Raya (Tahura) di lereng Gunung Arjuno.

Selain menggunakan pesawat BNPB, BPBD Jatim juga meminta bantuan TNI AU Abdurahman Saleh, Malang. Permintaan itu pun telah disetujui.

“Allhamdulillah setuju, sore ini mungkin helikopter tiba di Abdurahman Saleh dari Kalimantan. Rencananya pemadaman melalui jalur udara dilakukan, Jumat besok,” ujar Kepala BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, Kamis (1/8/2019).

Suban mengatakan, Taman Hutan Rakyat R Soerjo di kawasan Gunung Arjuna harus segera diselamatkan. Karena masuk kategori hutan habitat satwa dan vegetasi langka. Pemerintah daerah telah menetapkan status kebakaran Gunung Arjuna menjadi tanggap darurat.


Sebaran api saat ini terus meluas ke wilayah Curah Sriti, Gunung Mujur, kawasan hutan konservasi habitat satwa dan vegetasi langka yang telah ludes terbakar. Kebakaran mulai mengarah ke hutan rimba dan dikhawatirkan akan semakin meluas. (Baca juga: Kebakaran Lereng Gunung Welirang Merambat ke Trawas-Mojokerto).

“Berdasarkan surat darurat dari Kota Batu, kami ajukan surat ke BNPB, karena kebakaran itu pada ketinggian. Artinya, untuk menjangkau ke sana kalau tenaga manusia perlu waktu lama. Belum bawa barangnya dan susah. Airnya juga tidak ada, medannya juga curam dengan kemiringan 60 derajat,” tuturnya.

Saat ini, tim gabungan sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Pemprov Jawa Timur selaku otoritas terkait. Kemudian juga melakukan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta I selaku otoritas pengelola air waduk Selorejo, Ngantang, Kabupaten Malang.

“Sekarang, langkah selanjutnya harus menentukan koordinat pendaratan helikopter dan untuk pengambilan air, apa di Waduk Selorejo, atau ada yang lebih dekat lagi. Itu langkahnya kita koordinasi dengan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi, karena itu wewenang Dinas Kehutanan Provinsi,” ujar Suban. (vin/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here