Ini Kali Kedua Gapura Mojo Kembangsore Park Ambruk
Sejumlah pekerja melakukan pembersihan puing – puing gapura MKP di Desa Petak, Pacet yang ambrol akibat tersambar petir dan hujan lebat. FOTO : Martin.

IM.com – Gapura Pasar Rakyat dan Rest Area Mojo Kembangsore Park (MKP) yang terletak di Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ambrol. Bangunan setinggi sembilan meter dan lebar lima meter ambruk diduga akibat tersambar petir saat hujan lebat yang terjadi pada Kamis malam (13/2/2020).

“Informasi ambrolnya gapura MKP saya terima dari warga hari ini Jumat (14/2/2020) sekira pukul 06.00 WIB. Hingga kini dugaan kuat penyebabnya akibat tersambar petir dan hujan lebat, karena kebetulan di bagian atas gapura ada besi yang muncul,” ujar Bowo, Bendahara Tim Pelaksana Kerja (TPK) Pasar Rakyat dan Rest Area Mojo Kembangsore Park (MKP).

Bowo menceritakan, Kamis malam (13/2/2020) sekira pukul 21.00 – 23.00 WIB di Desa Petak memang terjadi hujan deras, angin kencang dan dibarengi petir.

“Bahkan ketika saya di rumah antena TV saya cabut menghindari peristiwa yang tidak diinginkan. Ternyata paginya saya dapat kabar gapura MKP ambrol,” ceritanya.


Gapura MKP yang ambrol terletak di sisi utara dengan kerusakan di bagian atas hingga tengah. Pantauan di lokasi, bagian gapura yang rusak cukup parah itu ada di sisi kiri.

“Rusak kira–kira tiga meter. Sedangkan untuk gapura sebelah kanan tidak mengalami kerusakan,” jelasnya.

Terkait adanya dugaan bahan dan kontruksi tidak sesuai dengan spesifikasi teknik, Bowo segera membantah. Menurutnya, tidak ada pengurangan spesifikasi maupun mutu bahan material apapun dalam pembangunan gapura tersebut.

“Kualitas bahan dan kontruksi gapura ini kita berani jamin, tidak ada pengurangan sedikit pun. Makanya saya sendiri terkejut dan heran, karena bangunan yang lain tidak mengalami peristiwa seperti ini meski diterjang hujan deras,” kilahnya.

Upaya yang dilakukan TPK akibat peristiwa ini akan segera melakukan pembersihan puing–puing gapura yang membahayakan dan segera membenahi kerusakan tadi.

“Tukang–tukang yang biasa mengerjakan sudah kita panggil semua dengan estimasi pengerjaan sekitar tiga pekan. Berhubung bangunan ini belum diserahkan ke pemerintah desa, maka TPK yang bertanggung jawab untuk membenahi kerusakan hingga kembali seperti semula,” tegas Bowo.

Untuk diketahui, pembangunan Pasar Rakyat dan Rest Area MKP ini dilakukan sejak 2017 dengan rincian pengerjaan pertama berupa pembangunan fisik pada 2017, kemudian pengerjaan tahap kedua dilakukan pada 2018.

Bowo menjelaskan, gapura dan pagar masuk dalam tahap pengerjaan tahun kedua yakni 2018. Anggaran pembangunan ini diambil dari Bantuan Keuangan (BK).

“Total anggaran semuanya Rp 5 M diambilkan dari BK. Pengerjaan gapura ini masuk dalam anggaran tahun 2018,” bebernya.

Terkait penyerahan, Bowo menjelaskan semestinya tiap tahun anggaran sudah diserahkan ke pemerintah desa. Namun, pemanfaatan menunggu kelengkapan fasilitas selesai semua.

“Untuk sementara bangunan yang di dalam belum ada rolling door, jadi untuk sementara belum melaksanakan pembukaan. Sesuai rencana penyerahan sebenarnya dilakukan pada April mendatang sebelum hari raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Desa Petak, Supoyo mengatakan peristiwa ini murni diakibatkan bencana alam.

“Kami berharap bangunan gapura ini segera ditindak lanjuti agar segera berdiri lagi seperti sedia kala,” pungkas Supoyo saat ditemui di lokasi. (rei/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here