Sebuah papan triplek bertuliskan “Polindes Tutup!!! Bidan ganti atau tidak ada bidan” di depan gedung Polindes yang menjadi tempat tugas Bidan Suhartatik yang berada di Balai Desa Kesiman Tengah

IM.com – Warga Desa Kesiman Tengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto bergolak. Mereka menuntut bidan desa, Suhartatik diganti.

Informasi yang dihimpun inilahmojokerto.com menyebutkan, penolakan warga  karena tidak puas dengan pelayanan Bidan Suhartatik yang dinilai buruk. Warga bahkan sempat melakukan penyegelan pos kesehatan desa yang berada di balai desa di Dusun Kesiman Tengah pada 24 Desember 2020.

Warga memasang sebuah papan triplek bertuliskan “Polindes Tutup!!! Bidan ganti atau tidak ada bidan” di depan gedung Pos Kesehatan Desa tempat bertugas bidan Suhartatik.

Kepala UPT Puskesmas Pacet, Budi Hariyanto membenarkan adanya penolakan warga terhadap Bidan Suhartatik dan aksi penyegelan pos kesehatan desa. Pihaknya mengetahui aksi protes warga setelah mendapat tembusan surat laporan dari perawat desa pada 23 Desember 2020.


“Memang pada 20 Desember 2020 saya tahu ada surat kepada Dinas Kesehatan dengan tembusan ke Pak Camat dan Kepala UPT Puskesmas Pacet. Isinya terkait penolakan warga itu,” kata Budi saat dikonfirmasi, Senin (4/1/2021).

Menurut Budi, pihaknya sudah berupaya meminta kepala desa untuk menenangkan dan memberi pemahaman kepada warga terkait posisi bidan dan petugas pelayanan kesehatan di desa.  Kemudian dari negosiasi Kades dengan warga pada 29 Desember 2020, mereka akhirnya bersedia mencopot ‘segel’ atau papan triplek.

“Saya juga sudah meminta kepala desa untuk dapat melobi masyarakat agar bisa menerima bidan kita (Suhartatik), tapi mereka nampaknya masih bersikukuh,” ujar Budi.

Namun, negosiasi antara warga dengan perangkat desa dan Poskedes masih berlangsung alot. Karena warga bersikukuh mendesak Bidan yang sudah 15 tahun bertugas di Desa Kesiman Tengah itu diganti.

Sementara pihak UPT Puskesmas maupun Dinas Kesehatan belum bisa memenuhi tuntutan warga. Alhasil, hari ini, Senin (4/1/2021), warga kembali menutup paksa Poskesdes.

Budi menyatakan, Dinkes masih melakukan penelusuran masalah untuk mencari solusi yang tidak merugikan semua pihak.

“Pak Kepala Dinas Kesehatan, sudah menerjunkan dua orang untuk menelusuri masalah ini, meminta keterangan langusng ke kepala desa dan bidan (Suhartatik). Jadi, kami masih menunggu petunjuk dari Pak Kepala Dinkes,” tandasnya.

Budi menyatakan sudah koordinasi dengan perangkat desa dan poskedes untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dapat berjalan.

“Sementara ini saya menginstruksikan perawat desa untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, tempatnya dialihkan sesuai petunjuk perangkat desa,” terang Budi.

Sementara Camat Pacet, Mokh Malik menyatakan, pihaknya sudah memanggil Kades dan pihak-pihak terkait. Ia meminta pelayanan kepada masyarakat di Desa Kesiman Tengah tetap berjalan normal.

“Hari ini, pelayanan sudah buka, kembali berjalan normal,” tandasnya.

Pantauan inilahmojokerto.com di lokasi, pada Senin pagi, Poskedes Desa Kesiman Tengah masih tutup. Namun Malik bersikukuh, pelayanan sudah kembali normal.

“Ya tadi pagi memang (tutup), tapi sekarang sudah normal,” ujarnya dikonfirmasi Senin sore.  (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here