Salah satu pengunjung mengeluhkan tiket wisata Air Panas Padusa, Pacet, Mojokerto, yang mahal melalui akun Facebook.

IM.com – Tiket wisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto lagi-lagi dikeluhkan pengunjung. Tarif   masuk destinasi yang kembali melambung membuat warganet (netizen) mempertanyakan hasil inspeksi mendadak (sidak) oleh Wakil Bupati Muhammad Albarraa untuk standarisasi harga tiket.

Sidak dilakukan Wabup Muhammad Al Barraa pada 5 Januari 2022 lalu menyusul viralnya harga tiket maduk wisata air panas Padusan, Pacet yang banyak dikeluhkan pengunjung. Setelah disepakati tarif standar, harganya kembali tinggi saat libur lebaran kali ini. (Baca: Sidak Tiket Wisata Air Panas Padusan, Wabup Mojokerto Tegaskan Tidak Ada Lagi Pungli)

Dalam postingan yang diunggah akun facebook Muhammad Reno di Group Facebook Info Lantas Mojokerto pada 4 Mei 2022,  ia mempertanyakan hasil sidak Wabup Mojokerto karena tiket masuk Air Panas Padusan Pacet yang tetap mahal meski sudah di sidak.

Piye lurr?? Biyen jarene wakil bupati sidak banyu panas Kok tetep bayar di depan per orang 15rb , parkir mobil 20rb , belum tiket masuk ?? Biyen sidak e gak menghasilkan berarti (apa kabar kalian, dulu katanya wakil bupati sidak banyu panas, kok tetap bayar di depan per orang 15 ribu, parkir mobil 20 ribu, belum tiket masuk? Dulu sidaknya gak menghasilkan berarti,” keterangan yang ada di dalam postingan yang dilihat, Kamis (5/5/2022).


Akun itu memposting hal itu sejak 12 jam lalu dan sudah ada 120 komentar serta disukai sebanyak 344 warganet atau netizen.

Beberapa akun mengomentari tiket wisata Air Panas Padusan memang mahal dan terkadang tidak diberikan karcis.

Wisata angger jeplak iku.. Aku sek totok gapuro ngarep wong 5 wes dijaluki 90rb gak dikek i karcis pisan (wisata asal ngomong itu, aku baru sampai gapura depan orang 5 sudah dimintai 90 ribu gak dikasih karcis juga),” tulis komentar akun Mochamad Rofik.

Q wong mojokerto dewe ae maleess runu. Mahaall (aku orang Mojokerto sendiri aja malas kesana, mahal),” tambah komentar akun Insan Pratama.

Aku Hasan berkomentar, wana wisata Air Panas Padusan Pacet itu milik provinsi, izinnya melalui perhutani Jawa Timur.

“Itu milik provinsi lur ,, izin ne nang perhutani provinsi jatim ,,lek sidak gak wewenang e , diniati sodakoh ae (izinnya ke perhutani provinsi Jatim, kalau sidak gak wewenang e, diniati sodakoh aja),” ungkap akun Hasan.

Menurut akun Farid Ansoruddin, sidak yang dilakukan hanya sebagai formalitas saja jika sudah banyak laporan.

Sidak kui kolo2 nek pas kadong rame laporan… jadi musiman kedaan tertibnya di wisata tsb. (sidak itu hanya kebutuhan pas waktu ramai laporan, jadi musiman keadaan tertibnya di wisata tersebut),” terangnya dalam kolom komentar.

Akun lain, Muhammad Azka berkomentar, masih banyak wana wisata lainnya biar orang-orang tidak sok saat berwisata di Pacet.

Ket byen slur ndek kunu makane akeh wsata laine cek wong wong gk sok down  nang wsata pacet trawas makane dgaekno wsata laine (dari dulu lur disana itu, makanya banyak wisata lainnya biar orang-orang gak sok down ke wisata Pacet Trawas makanya dibuatkan wisata lainnya),” tulisnya.

Sementara, Site Manager Wana Wisata Padusan, Furqon Mudzakkir belum merespon saat dihubungi. Pesan singkat yang dikirim juga belum mendapat balasan. (cw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here