Bupati Ikfina Fahmawati beserta para siswi SMAN 1 Sooko, Mojokerto, minum tablet tambah darah bersama, Jumat (9/9/2022).

IM.com – Sebagai upaya preventif dalam menanggulangi anemia dan stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menggalakkan minum tablet tambah darah (TTD). Pemerintah juga melakukan edukasi gizi seimbang kepada para siswi SMAN 1 Sooko, Jumat (9/9/2022).

Kegiatan minum Tablet Tambah Darah (TTD), pemeriksaan dan edukasi  gizi seimbang dalam rangka mencegah anemia serta stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto. Giat dikemas dalam agenda Jumat CERIA (Cantik, Enerjik, Rajin, Inovatif, dan Aktif) diawali dengan melaksanakan senam bersama dengan seluruh siswi kelas X, XI, dan XII di halaman SMAN 1 Sooko.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat, beserta Forkopimca Kecamatan Sooko menghadiri acara ini.
Dalam sambutan dan arahannya, ia menjelaskan, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi permasalahan yang cukup besar yakni terkait masalah stunting.

Ikfina mamaparkan, gagal tumbuh pada balita ini, salah satunya disebabkan oleh kurangnya darah atau anemia pada ibu yang sedang hamil. Menurutnya, terjadinya kekurangan darah, tidak hanya terjadi pada saat ibu sedang hamil saja, kendati demikian, anemia bisa terjadi pada saat perempuan masih dalam masa remaja.


“Jadi kita harus bersama-sama berupaya bagaimana semua yang ada disini tidak ada kekurangan darah,” jelas Bupati Ikfina.

Bupati menambahkan, menstruasi menjadi salah satu penyebab wanita bisa kekurangan darah. Maka dari itu, Ia juga mengimbau, kepada seluruh siswi SMAN 1 Sooko agar mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi sebagai menjadi pendukung utama dalam memproduksi sel darah merah pada tubuh.

“Jadi makanan apa saja yang mengandung zat besi yaitu bayam, kacang-kacangan, jeroan, tapi lebih tepatnya adalah hati, jadi makanan yang paling tinggi kandungan zat besinya yaitu hati, bisa hati ayam, hati kambing, hati sapi, kemudian udang dawu, dan kuning telur,” paparnya.

Faktanya, tambah Ikfina, sepertiga sampai dua pertiga remaja putri di Indonesia mengalami kekurangan darah. Ikfina mengatakan, kondisi ini sangat berbahaya jika dalam waktu dekat remaja putri kekurangan zat besi.

Tidak hanya menyebabkan kekurangan darah, akan tetapi juga bisa menyebabkan otak tidak bisa berpikir dengan cepat dan tidak bisa berkonsentrasi.

“Karena kita tidak bisa menghentikan menstruasi setiap bulan, maka kita harus makan makanan yang mengandung zat besi,” ucapnya.

Selain itu, menurut pemahamannya, terdapat dua faktor yang dapat menghambat dan mempercepat penyerapan zat besi pada tubuh, Ikfina juga mencontohkan, meminum kopi dan teh setelah makan sebelum satu jam dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, akan tetapi meminum jus jeruk atau semacamnya bisa mempercepat penyerapan zat besi didalam usus.

“Karena penyerapan bisa berbentuk Ferri dan Ferro, ketika ada zat asam didalam perut maka bentuknya Ferro maka akan mudah diserap, kalau bentuknya ferri maka akan susah diserap,” pungkasnya.

Seusai memberikan sambutan, Bupati Ikfina mengajak seluruh siswi SMAN 1 Sooko untuk mengkonsumsi tablet tambah darah secara serentak. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here