Proyek pembangunan jalan penghubung menuju Bendungan Kayan I oleh PT Kayan Hydro Energy (PT KHE) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

IM.com – Proyek pembangunan jalan penghubung menuju Bendungan Kayan I, di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, oleh PT Kayan Hydro Energy (PT KHE) terus dikebut. Pengerjaan proyek jalan sepanjang 12 kilometer yang sudah mencapai 30 persen itu demi mengejar target konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan pada 2023.

Sedianya, PLTA Kayan ditargetkan mulai beroperasi tahun 2026. Pembangunan jalan sepanjang 12 kilometer terbagi dalam tiga seksi pengerjaan, yakni dari titik Bendungan Kayan I ke Tugu Lima, kemudian menuju Sungai Muara Pangean dan terakhir terhubung ke jalan umum.

“Untuk memulai tahap konstruksi 2023, sedang dikerjakan perluasan jalan untuk angkutan alat berat serta izin peledaikan. Sementara gudang bahan peledak sudah siap sejak lama,” kata Direktur Operasional  PT Kayan Hydro Energy (PT KHE) Khaeroni di Long Peso, Kabupaten Bulungan.

Saat ini di bawah koordinasi Manajer Lapangan Sapta Nugraha dan Safran, PT KHE tengah melakukan land clearing dan pembukaan jalan di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Sementara kegiatan land clearing kedua di area tugu 5 yang diperuntukkan  untuk infrastruktur.


“Karena kemarin banjir jadi agak tersendat, selesai itu nanti kita harapkan 80 hektare lebih,” ungkap Khaeroni sambil menunjuk sejumlah gudang bahan peledak yang telah dibangun sejak beberapa waktu lalu.

Jalan penghubung ke gudang penyimpanan bahan peledak (handak) di Tugu 5 melewati Sungai Pangean, Kecamatan Peso sudah selesai. PT KHE juga telah memesan bangunan konstruksi jembatan.

“Jadi untuk jalan PU menuju Sungai Pangean, dari Sungai Pangean ke Tugu 5 itu kita sudah pesan jembatan besar itu kemungkinan tidak lama lagi tiba. Kemarin pengirimannya agak tersendat dari Surabaya karena pada saat lebaran mereka tidak terima pengiriman muatan barang besi yang banyak,” jelas Khaeroni.

Lebih lanjut Khaeroni mengatakan, armada pengangkut logistik dari Tanjung Selor menuju Peso harus kembali karena saat itu perairan sedang surut. Menurut dia, pengiriman logistik sampai Tugu 5 menunggu keadaan air dalam kondisi pasang.

Untuk memperlancar pengiriman material konstruksi di Peso, kata Khaeroni ada 11 titik Sungai Kayan akan dilakukan pengerukan. Salah satu titik berada di depan Desa Long Bia.

“Terus ada tikungan sungai dekat Peso ada pengerukan. Untuk pengerukan di beberapa titik spot itu kemarin kami sudah proses izin pemanfaatannya di ke kementerian ESDM. Sekarang lagi proses peningkatan IUP OP dan kemarin sudah dapat rekomendasi dari PUPR untuk perizinan pengerukan,” ungkapnya.

Kemudian kata Khaeroni, bendungan kedua tengah dilakukan land clearing di wilayah Tugu 5. Lalu untuk infrastruktur sedang diupayakan untuk permohonan izin peledakan, di mana rekomendasi dari Polres Bulungan dan Polda Kaltara telah selesai.

“Sekarang tengah proses izin penggunaan dan pembelian bahan peledak di Mabes Polri itu selesai di Juni, maka tidak lama lagi sudah melakukan peledakan jalan yang menuju bendungan. Peledakan itu bisa makan waktu 6 bulanan. Jadi nanti sampai ke titik bendungan dilakukan peledakan pembuatan diversion channel atau pengelak sungai itu,” ujarnya.

Sebagai informasi, diversion channel adalah saluran pembagi debit atau shorcut untuk mengurangi debit banjir pada sungai yang langsung dialirkan ke laut.

“Rencana awal tahun 2023 itu sudah membuat diversion channel, terus lanjut konstruksi bendungan,” ucapnya.

Untuk  penyelesaian akses jalan penghubung antara titik lokasi pembangunan PLTA Kayan I perlu dilakukan  peledakan 115 ribu meter kubik material batu di sejumlah titik jalur akses tersebut per September 2022. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here