Bupati Ikfina menargetkan dengan anggaran itu seluruh desa di Kabupaten Mojokerto bisa berstatus open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan

IM.com – Bantuan jamban sehat senilai Rp.18 miliar kepada 5.598 KK di 18 Kecamatan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati kepada masyarakat belum memiliki jamban yang layak di Balai Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jum’at (18/11-2022) siang

Bupati Ikfina menargetkan dengan anggaran itu seluruh desa di Kabupaten Mojokerto bisa berstatus open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan tahun ini.

Bantuan untuk menuntaskan pembangunan jamban itu diserahkan secara stimulan oleh Bupati Ikfina kepada perwakilan penerima jamban sehat .

Penyerahan bantuan jamban sehat itu juga dihadiri Jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto, Pimpinan Bank Jatim, Kepala DPRKPP Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, Forkopimca Mojoanyar, Kades Kepuhanyar, Kades Gebangmalang, TP PKK Kecamatan Mojoanyar dan Ketua Forum Kabupaten Sehat.


Bupati Ikfina mengatakan, dari total anggaran Rp 18 miliar itu, Pemkab memploting masing-masing penerima mendapatkan Rp. 3,1 juta untuk pembangunan jamban sehat. Dengan rincian Rp. 2,1 juta untuk biaya bahan bangunan dan Rp. 1 juta untuk pekerja. Bupati Ikfina juga melakukan peninjauan secara langsung ke beberapa rumah warga dan toko bangunan di Desa Kepuhanyar. Hal itu untuk memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik.

“Jadi tadi kita sudah lihat dilapangan, kita sudah tinjau ke toko bahan bangunan. Dan betul-betul dibuat sesuai standar yang bagus,” ungkapnya.

Ikfina menilai proses pembangunan jamban semuanya sudah mengalami progres yang baik. Pengiriman bahan bangunan pun sudah siap 51 persen. “Jadi sudah siap bangun dan tinggal nunggu progresnya semoga dengan cepat,” terangnya.

Dalam proses pembangunan jamban itu, lanjut Ikfina, pihaknya melibatkan partisipasi masyarakat untuk penyedia bahan bangunannya maupun tenaga kerjanya.

“Karena kegiatan ini bukan hanya pembangunan jamban tetapi semacam padat karya. Jadi kita memanfaatkan tenaga kerja lokal dan penyedia barang yang ada di lokasi pembangunan,” pungkasnya. (uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here