Identitas korban diketaui setelah tim gabungan Inafis dan penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota melakukan pemeriksaan biometrik menggunakan Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS) di kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudirohusodo, Mojokerto

inilahmojokerto.com – Misteri penemuan jasad perempuan yang mengambang di aliran Sungai Brantas Mojokerto, akhirnya terungkap. Polisi memastikan korban adalah Endri Lukitasari (34), warga Dusun Tanggungan, Desa Tanggung Kramat, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Identitas korban diketaui setelah tim gabungan Inafis dan penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota melakukan pemeriksaan biometrik menggunakan Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS) di kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudirohusodo, Mojokerto. Jasad korban sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi tanpa busana, Minggu (4/1/2026) siang.

Kanit II Tipikor Satreskrim Polres Mojokerto Kota, Iptu Muklisin, membenarkan hasil identifikasi tersebut. Ia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ada indikasi penganiayaan. Setelah identitas diketahui, kami berkoordinasi dengan perangkat desa dan pihak keluarga.

Diketahui korban sejak Sabtu dini hari telah meninggalkan rumah, dan keluarga sempat melakukan pencarian serta melapor ke perangkat desa,” ujar Muklisin saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, kepolisian menduga korban mengalami tekanan psikologis atau depresi sebelum peristiwa tersebut terjadi. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan keluarga dan tidak ditemukannya unsur pidana dalam kasus ini.

“Kami menduga korban mengalami depresi hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia dan terbawa arus Sungai Brantas,” imbuhnya.

Setelah memastikan identitas korban, pihak keluarga mendatangi kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudirohusodo dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Keluarga juga telah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun atas kematian korban. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi banyak pihak tentang beratnya tekanan hidup di tengah kondisi perekonomian yang kian sulit. Di tengah situasi sosial yang menantang, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan beban hidup.

Aparat dan tokoh masyarakat berharap agar lingkungan sekitar lebih peka, saling menguatkan, dan membuka ruang dialog bagi mereka yang mengalami tekanan mental agar peristiwa serupa tidak terulang. (joe/kim)

591

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini