Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat menghadiri peluncuran aplikasi Amawabumi di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mojokerto, Rabu (18/2/2026).

inilahmojokerto.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mengoptimalkan pengelolaan aset daerah.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra resmi meluncurkan aplikasi Amawabumi di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mojokerto, Rabu (18/2/2026).

Platform ini disiapkan sebagai sarana pemanfaatan sewa barang milik daerah (BMD) secara terintegrasi guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Bupati Al Barra menjelaskan, aplikasi berbasis web tersebut dirancang untuk mempertemukan pemerintah daerah sebagai pemilik aset dengan calon penyewa secara lebih efisien, transparan, dan aman.

“Melalui Amawabumi, kami ingin mengoptimalkan lahan produktif yang selama ini belum dimanfaatkan sekaligus meningkatkan nilai aset daerah dengan sistem digital yang memiliki kepastian hukum,” ujarnya.

Platform ini juga terintegrasi dengan aplikasi Kinasih milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), yang berfungsi sebagai klinik investasi dan solusi perizinan.

Dengan integrasi tersebut, pelaku usaha tidak hanya dapat melihat potensi lahan yang tersedia, tetapi juga lebih mudah mengurus perizinan usaha.

Saat ini, terdapat 167 bidang tanah yang tercatat dalam aplikasi tersebut, terdiri dari 112 lahan pertanian dan 55 lahan eks waduk yang memiliki potensi untuk berbagai kegiatan usaha.

Informasi aset ditampilkan secara digital melalui foto, video, hingga gambar udara menggunakan drone, lengkap dengan rekomendasi jenis usaha yang sesuai.

Menurut bupati, optimalisasi pemanfaatan aset daerah menjadi strategi penting untuk meningkatkan PAD tanpa harus menambah beban pajak masyarakat.

Pada 2026, Pemkab Mojokerto menargetkan aset-aset yang selama ini tidak produktif dapat diubah menjadi sumber ekonomi baru melalui tata kelola modern berbasis digital.

Kepala BPKAD Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah menambahkan, Amawabumi juga berfungsi sebagai sarana pengamanan aset daerah.

Melalui platform ini, calon investor dapat melihat detail lokasi lahan secara online maupun melalui anjungan khusus yang disediakan.

“Jika ada lokasi yang diminati, pelaku usaha dapat langsung menghubungi tim melalui aplikasi. Selanjutnya akan dilakukan penilaian harga sewa bersama appraisal sebelum proses kerja sama dilanjutkan,” jelasnya.

Nama Amawabumi sendiri diambil dari legenda Kerajaan Majapahit, yakni Sang Hyang Naga Amawabumi, yang melambangkan kekuatan penjaga bumi atau negara.

Filosofi tersebut diharapkan mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga sekaligus mengoptimalkan aset daerah demi kesejahteraan masyarakat. (kim)

7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini