
inilahmojokerto.com – Sebanyak 44 siswi SMP Negeri 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa mengalami gejala seperti diare, mual dan lemas hingga membutuhkan penanganan medis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menyebut seluruh siswa yang terdampak merupakan perempuan. Sebanyak 17 siswi sempat mendapat perawatan di fasilitas kesehatan, sementara 27 lainnya menjalani penanganan di sekolah karena gejalanya tergolong ringan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dian Anggraini mengatakan, hingga Rabu (7/10/2026) petang, masih terdapat sembilan siswa yang menjalani perawatan, termasuk satu siswa yang dirujuk ke RS Gatoel atas permintaan orang tua.
Menurut Dian, dirawatnya satu siswa di rumah sakit tersebut bukan berarti kondisinya dalam keadaan parah. Rujukan dilakukan berdasarkan permintaan keluarga.
“Data terbaru ada 44 siswa perempuan yang terdampak. Sebanyak 17 siswa mendapat perawatan di fasilitas kesehatan, satu di antaranya dirawat di RS Gatoel atas permintaan orang tua,” kata Dian.
Penanganan terhadap para siswa dilakukan di Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar. Karena jumlah pasien yang datang cukup banyak, petugas kesehatan memanfaatkan sejumlah ruangan hingga
Sejumlah siswa mendapat obat dan infus sesuai kondisi masing-masing. Sebagian lainnya diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan.
Keluhan kesehatan mulai dirasakan sejumlah siswa sejak Selasa (6/10/2026) malam. Kondisi tersebut kemudian berlanjut ketika mereka berada di sekolah. untuk memberikan pelayanan.
Alfina dan Azarah Safira, dua siswi kelas VIII berusia 14 tahun, mengaku mengalami keluhan setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan di sekolah.
Keduanya juga menyebut rasa menu ayam yang disantap berbeda dari biasanya. Salah satu keluhan yang dirasakan adalah diare hingga harus berulang kali pergi ke kamar mandi.
Informasi yang diterima para orang tua menyebut menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya berupa ayam dengan bumbu kacang.
Meski muncul keluhan setelah konsumsi makanan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto belum memastikan bahwa kondisi para siswa disebabkan oleh menu MBG.
“Belum bisa dipastikan keluhan yang dialami siswa disebabkan oleh menu makanan tersebut. Masih dilakukan pendalaman,” ujar Dian.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kajian Fiqih Aswajah, Yanse Young Pribadi, menjelaskan bahwa SMP Negeri 1 Mojoanyar menerima 702 porsi MBG dari SPPG yang berada di Jabon, Kecamatan Mojoanyar.
SPPG tersebut telah beroperasi sejak Desember 2025. Dalam operasionalnya, SPPG Yayasan Kajian Fiqih Aswajah melayani sekitar 2.919 porsi MBG untuk 15 sekolah.







































