
inilahmojokerto.com – Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengingatkan bahaya narkoba dan perundungan (bullying) kepada ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) 2 Mojokerto, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2026).
Di hadapan para santri, Erik menegaskan bahwa masa depan generasi muda tidak boleh dirusak oleh penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta para santri menjaga lingkungan pendidikan agar tetap aman, saling menghormati, dan terbebas dari tindakan kekerasan.
“Jangan sampai masa depan kalian dirusak oleh narkoba,” pesan Erik dalam kunjungan bersama jajaran pejabat utama Polres Mojokerto tersebut.
Selain mengingatkan bahaya narkoba, Kapolres menyoroti pentingnya mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia mengajak para santri tidak melakukan perundungan terhadap sesama, sekaligus mengedepankan musyawarah ketika menghadapi persoalan.
Menurutnya, perbedaan pendapat maupun persoalan antarsantri seharusnya diselesaikan dengan cara yang baik, bukan melalui kekerasan.
“Kami juga menyoroti kekerasan di lingkungan kita, tetapi saya bersyukur bahwa tidak ada kejadian kekerasan di Ponpes Nurul Islam ini. Tolong jaga terus budaya saling menghormati, jangan ada bullying di antara santri. Kalau ada masalah, selesaikan dengan musyawarah,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi Kapolres Mojokerto bersama jajaran dengan pengasuh dan santri Ponpes Nuris 2. Rombongan disambut pendiri pesantren, Dr. KH. Ahmad Siddiq, beserta ribuan santri yang berkumpul di halaman pondok.
Dalam kesempatan yang sama, Erik mengingatkan para santri agar lebih cermat menggunakan media digital, terutama ketika menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia meminta santri tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan berita tanpa memastikan sumber dan kebenaran informasinya. Sikap kritis tersebut dinilai penting agar para pelajar tidak ikut memperluas penyebaran hoaks di masyarakat.
“Saya juga mengingatkan agar santri dan santriwati di sini dapat menyaring berita, di mana sekarang banyak berita hoaks beredar di masyarakat. Jangan mudah percaya dan jangan mudah menyebar berita yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Erik mengaku terkesan dengan semangat para santri Nuris 2 yang tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum. Ia berharap lingkungan pesantren dapat terus menjadi tempat pendidikan yang mendukung lahirnya generasi berpengetahuan luas dan berkarakter.
Pendiri Ponpes Nuris 2 Mojokerto, KH. Ahmad Siddiq, menyambut baik kunjungan Kapolres beserta jajaran. Ia menilai komunikasi antara kepolisian dan kalangan pesantren penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi ulama dan umara dalam membangun bangsa. Menurutnya, pesantren berperan mengajak masyarakat pada kebaikan, sedangkan kepolisian menjalankan tugas menjaga ketertiban serta mencegah pelanggaran hukum.
“Dunia pesantren mengambil peran amar makruf, serta rekan-rekan Polri mengambil peran nahi mungkarnya, sehingga kita harus bersinergi untuk membangun negeri ini,” tutur Ahmad Siddiq.
Sementara itu, Erik menyebut kehadiran jajaran Polres Mojokerto di lingkungan pesantren merupakan bagian dari upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat.
Ia berharap hubungan baik dengan pengasuh pesantren dan kalangan santri dapat terus terjaga, termasuk dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Melalui komunikasi dan kerja sama tersebut, upaya mencegah penyalahgunaan narkoba, kekerasan, serta penyebaran informasi bohong diharapkan dapat melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, termasuk lembaga pendidikan keagamaan.
Erik pun meminta para santri menjaga lingkungan pesantren agar tetap aman dan menjadi ruang belajar yang mendukung masa depan mereka.
Ia berharap dapat menjalankan tugas dengan baik sekaligus menjaga Kabupaten Mojokerto tetap aman dan kondusif.










































