Personel Polres Mojokerto melakukan pemantauan ketersediaan BBM di SPBU wilayah Kabupaten Mojokerto, Sabtu malam (17/10/2026).

inilahmojokerto.com – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU wilayah Kabupaten Mojokerto belum merata. Hasil pemantauan Polres Mojokerto pada Sabtu malam (17/10/2026) menemukan empat SPBU kehabisan Pertalite dan Solar/Biosolar secara bersamaan.

Keempat SPBU tersebut berada di Pacing, Kecamatan Bangsal; Balongmojo dan Banjaragung di Kecamatan Puri; serta Gemekan di Kecamatan Sooko.

Selain itu, tiga SPBU masih memiliki Pertalite, tetapi kehabisan Solar/Biosolar. Kondisi tersebut ditemukan di SPBU Pugeran, Kecamatan Gondang; RA Basuni, Kecamatan Sooko; dan Pekingan, Kecamatan Dlanggu.

Temuan itu merupakan hasil pemantauan personel Polres Mojokerto bersama 14 Polsek jajaran pada Sabtu pukul 19.00 WIB hingga Minggu (18/10/2026) pukul 00.00 WIB.

Meski ketersediaan BBM belum merata, polisi tidak menemukan antrean panjang di SPBU yang dipantau. Antrean kendaraan yang mengganggu arus lalu lintas juga tidak ditemukan selama pemantauan berlangsung.

Pemantauan petugas juga mencatat dua SPBU di Kecamatan Pacet tutup karena kehabisan stok BBM.

Keduanya adalah SPBU Pandan Arum dan SPBU Gapuk. Khusus SPBU Pandan Arum, petugas mencatat rencana pengiriman Pertalite dan Pertamax, masing-masing sebanyak 8.000 liter.

Sementara itu, SPBU Jampirogo di Kecamatan Sooko masih dalam proses pengisian Pertalite dan Biosolar sehingga belum melayani konsumen saat pemantauan dilakukan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan BBM di sejumlah titik bukan hanya berkaitan dengan stok yang habis, tetapi juga proses pengisian dan kedatangan pasokan berikutnya.

Di sisi lain, terdapat sejumlah SPBU yang dilaporkan masih memiliki stok Pertalite dan Solar/Biosolar, di antaranya SPBU Jatipasar Timur, Jambuwok, Domas, Jatipasar Barat, Ngrowo, Sedati, Jasem, Wonosari, Awang-Awang, Sawahan, Ngrame, Pungging, dan Badung, serta beberapa SPBU lainnya yang masuk dalam pendataan petugas.

Polisi juga mencatat tiga SPBU yang tidak menjual Solar/Biosolar, yakni SPBU Trawas, Tegalsari/Jabon di Kecamatan Mojoanyar, dan Sampangagung di Kecamatan Kutorejo. Kondisi tersebut berbeda dengan SPBU yang kehabisan stok sehingga perlu dibedakan dalam membaca hasil pemantauan.

Polres Mojokerto mengerahkan personel di 14 Polsek jajaran untuk memantau kondisi SPBU, mengecek ketersediaan BBM, serta berkoordinasi dengan pengelola dan karyawan terkait stok dan rencana pengiriman.

Pendataan dilakukan terhadap 32 SPBU di wilayah hukum Polres Mojokerto. Selain memeriksa kondisi pasokan, petugas juga melaksanakan patroli di objek vital dan menghimpun laporan dari masing-masing wilayah sebagai bahan evaluasi.

Pemantauan berkala akan dilanjutkan untuk mengikuti perkembangan ketersediaan BBM dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.

Apabila antrean kendaraan muncul hingga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, personel akan melakukan pengaturan sesuai kebutuhan.

Bagi masyarakat, kondisi stok yang berbeda antar-SPBU menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pengisian BBM. Terlebih, hasil pemantauan ini menggambarkan situasi pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, sehingga kondisi pasokan dapat berubah mengikuti pengiriman dan penjualan berikutnya.

6

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini