Mojo City Innovation Expo 2026 menjadi ajang Pemkot Mojokerto mendorong inovasi pelayanan publik, kolaborasi perangkat daerah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

inilahmojokerto.com – Pemerintah Kota Mojokerto menegaskan pentingnya inovasi yang berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. Tidak sekadar menghasilkan program baru, inovasi harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pembangunan, dan memperkuat kesejahteraan warga.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam talkshow Mojo City Innovation Expo di Sunrise Hotel, Selasa (20/10/2026). Forum ini juga menghadirkan Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN Kemendagri David Yama serta Plt. Kepala BRIDA Provinsi Jawa Timur Lilik Pudjiastuti.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menekankan bahwa komitmen pemimpin menjadi faktor penting dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, capaian Kota Mojokerto meraih predikat Kota Terinovatif merupakan hasil proses panjang selama enam hingga tujuh tahun terakhir.

“Ketika pemimpin punya komitmen yang kuat, maka menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di bawah kewenangannya akan menjadi lebih terarah dan terukur,” ujar Ning Ita.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak boleh hanya menjalankan rutinitas. Setiap persoalan harus diidentifikasi dan dicarikan solusi melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia, sehingga inovasi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, David Yama mengingatkan bahwa keberhasilan inovasi tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dilaporkan. Dampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi tolok ukur utama.

Ia menjelaskan, perkembangan inovasi pemerintahan terbagi dalam empat klaster, yakni inisiasi, terkelola, terintegrasi, dan transformatif. Pada tahap transformatif, inovasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Adapun Lilik Pudjiastuti menyoroti pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dan dukungan regulasi. Menurutnya, inovasi perlu terintegrasi dengan perencanaan pembangunan agar tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat berkelanjutan.

“Inovasi yang dikembangkan perangkat daerah perlu terhubung dengan perencanaan pembangunan, termasuk melalui kolaborasi dengan Bappeda, agar tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat berkelanjutan,” jelasnya.

Talkshow tersebut menjadi bagian dari Mojo City Innovation Expo yang menampilkan berbagai inovasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Mojokerto.

Melalui kegiatan ini, inovasi diharapkan tidak berhenti pada gagasan, tetapi berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan tema Ideas into Action, Innovation into Impact.

5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini