IM.com – Seorang perempuan berinisial EA, asal Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, dilaporkan ke Polres Mojokerto. Terlapor diduga menggelapkan uang sekitar Rp 3-4 miliar milik ratusan anggota arisan online yang dikelolanya.
Laporan kepolisian dilayangkan salah satu korban, MH (28). Pelapor juga membawa serta barang bukti berupa struk transfer iuran arisan dan nama-nama para korban yang sudah tercatat.
Disebutkan, ada sekitar 200 orang lebih yang menjadi member arisan yang dikelola EA. Namun belum semuanya melapor ke polisi.
Data yang diterima media ini, nilai uang masing-masing korban yang dibawa kabur EA bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta per orang. Paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 600 ribu per member.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Gondam Pringgandoni membenarkan ada laporan dari member arisan yang dibuat EA. Pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Dua orang yang sudah melapor. Untuk kerugian masih kami dalami ya,” jawabnya singkat.
Sementara MH (28), mengaku kesal karena owner tiba-tiba menghentikan arisan tanpa mengembalikan uang member. Pemberitahun penghentian arisan dilakukan EA melalui grup aplikasi WhatsApp pada 25 Oktober 2022.
Menurutnya, semenjak tahun 2020 ia ikut arisan tersebut tidak pernah terjadi masalah. Bahkan, ibu anak satu ini menilai sosok EA memiliki ketegasan dan disiplin dalam mejalan arisan.
“Awalnya enak-enak, tapi kemarin tanggal 25 (Oktober 2022) itu dia bikin pemberitahuan kalau arisannya berhenti. Terus banyak yang ke rumahnya dia, tapi dia sudah kabur,” katanya, Selasa (1/11/2022).
Dirinya mengalami kerugian senilai Rp 8,4 juta dari dua sistem arisan yang diikutinya. Sistem flat dan menurun. Selama ini, ia tidak pernah bertemu dan mengenal secara langsung owner tersebut. Karena ia mengikuti arisan tersebut setelah diberitahu oleh temannya.
“Saya itu tahu dari WA, storynya teman, katanya kalau dia (EA) itu amanah, tepat waktu pembayarannya, jadi ya tergiur, terus ikut,” ungkap MH.
Dia menjelaskan, ia menyetorkan uang arisan kepada EA via transfer. Dua arisan yang diikutinya nilainya berbeda. Sistem flat dengan keuntungan Rp 10 juta, ia membayar Rp 700 ribu setiap bulan. Sedangkan sistem menurun dengan keuntung Rp 4 juta, tiap satu bulan dua kali membayar Rp 150 ribu.
“Pembayarannya via transfer. Sejak 2022 saya sudah pernah dapat. Tapi, dari bulan tiga (Maret) belum pernah dapat,” ujarnya.
Berdasarkan catatan sementara, kata dia, jumlah korban sebanyak 135 orang. Perhitungan sementara, kerugian diperkirakan mencapai Rp 3 sampai 4 miliar.
“Ada Sekitar 135 (korban), ada yang belum nulis juga sih. Kerugian yang ditotal teman-teman itu kurang lebih Rp 3 sampai 4 miliar,” kata MH.
Perempuan asal Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto menambahkan, EA harus bertanggung jawab atas kerugian ratusan korban. Ia berharap uang member bisa kembalikan.
“Kalau tidak ada tanggung jawab nanti uang kita bagaimana?. Kasihan para korban, gara-gara arisan ini banyak yang urusannya berantakan,” imbuhnya.
Korban lain, MK (27) asal Kecamatan Krian, Sidoarjo mengatakan hal senada. Ia mengetahui arisan yang digelar EA dari temannya. Ia baru mengikuti arisan 9 bulan yang lalu.
Dikatakannya, situasi seperti saat ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ia berpandangan bahwa sosok EA ini tegas dan selalu tepat waktu pencairannya.
“Saya tertariknya itu karena orangnya awalnya tegas, kalau ada yang tidak bayar ada denda dan sanksi. Padahal ya saya kira pencairaanya on time (tepat waktu), tidak pernah dicicil, lah kok tiba-tiba ada maslah seperti ini. Ke member juga tidak memberitahu tahu bakal terjadi seperti ini,” ungkapnya.
Akibat EA kabur, ia mengalami kerugian Rp 13, 3 juta. Ia mengkuti arisan tiga slot dengan gate (perolehan) berbeda-beda. Gate Rp 9 juta, ia membayar Rp 900 ribu per bulan. Gate Rp 4 juta, ia membayar Rp 130 ribu minggu sekali. Dam gate Rp 4 juta, ia membayar Rp 500 ribu dua minggu sekali.
“Saya juga transfer, tidak pernah ketemu orangnya. Saya bayarnya langsung, ketika ada uang langsung saya bayar semua,” jelas MK.
Berbeda dengan MH, menurutnya, total korban saat ini mencapai 282 orang dengan total kerugian ditaksir Rp 3-4 miliar.
“Setahu saya korban 282 orang. Total kerugian semuanya itu kurang lebih 3 sampi 4 M,” tandasnya.
Atas kejadian ini, mereka berdua berencana melaporkan ke polisi perbuatan EA yang merugikan banyak member arisan.
“Saya mau lapor, kemarin-kemarin sudah ada beberapa teman yang lapor,” pungkasnya. (cw)