
inilahmojokerto.com – Suasana dini hari yang biasanya lengang di Dusun Kalimati, Desa Mojodadi, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mendadak ricuh.
Dua pemuda asal Gubeng, Surabaya, berinisial IS (22) dan MRA (18), diamankan warga usai kepergok membobol kotak amal Musholla Baitun Mukaromah, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, keduanya sempat dicurigai warga karena mondar-mandir menggunakan sepeda motor Honda Supra X di sekitar lokasi musholla.
Awalnya, kecurigaan itu tidak terlalu dihiraukan. Namun tak lama kemudian seorang warga memergoki mereka tengah membongkar kotak amal berwarna hijau di tepi jalan raya wilayah Dusun Jatikurung, Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi.
Spontan, warga meneriaki keduanya dengan teriakan “maling” hingga mengundang perhatian warga lain. Dalam suasana tegang, kedua pemuda tersebut akhirnya berhasil diamankan sebelum sempat melarikan diri.
Selanjutnya warga menyerahkan mereka kepada petugas patroli Polsek Kemlagi untuk dibawa ke Mapolsek Kemlagi, Polres Mojokerto Kota.
Di hadapan petugas, IS dan MRA mengakui perbuatannya mencuri kotak amal Musholla Baitun Mukaromah.
Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Supra X yang digunakan untuk menjalankan aksi, satu kotak amal, serta uang tunai sebesar Rp 162.900.
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Jinarwan, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.
“Kami telah mengamankan dua pemuda yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian kotak amal di Musholla Baitun Mukaromah, Dusun Kalimati, Desa Mojodadi, Kecamatan Kemlagi. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Kemlagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah hasil pemeriksaan awal dinyatakan cukup oleh pihak Reskrim Polsek Kemlagi, perkara tersebut akan dilimpahkan ke Satreskrim Polres Mojokerto Kota untuk proses penyidikan lanjutan.
“Kasusnya akan segera dilimpahkan guna pemeriksaan lebih mendalam terhadap kedua pelaku,” pungkas Jinarwan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar tetap menjadi benteng pertama dalam mencegah tindak kriminalitas.
Terutama di tempat ibadah yang seharusnya menjadi ruang aman dan penuh keberkahan bagi masyarakat. (joe/kim)







































