
inilahmojokerto.com — Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi jalur resmi penyerapan aspirasi warga setelah visi-misi kepala daerah.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Musrenbang Kecamatan Kranggan 2027 di Kantor Kecamatan Kranggan, Kamis (26/2/2026).
“Musrenbang ini ruang resmi yang dijamin undang-undang, dengan sistem bottom-up dari kelurahan hingga nasional,” ujar Wali Kota Mojokerto.
Ia menambahkan, arah pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027 menitikberatkan pada penguatan ketahanan ekonomi serta ketahanan sosial-budaya berbasis sektor unggulan daerah.
Menurutnya, tiap kelurahan memiliki persoalan berbeda sehingga usulan harus berbasis kondisi riil wilayah.
Karena itu data yang diajukan di tingkat kecamatan diminta dievaluasi dan disempurnakan agar saat masuk pembahasan tingkat kota sudah akurat, terukur, dan selaras dengan arah pembangunan.
Wali Kota Ika juga menekankan agar usulan tidak hanya bergantung pada dana kelurahan, melainkan terintegrasi dengan anggaran perangkat daerah, terutama untuk sektor pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan penguatan ekonomi.
“Program harus berdampak pada penurunan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan IPM dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Kranggan Sutilah menyebut pra-Musrenbang menghasilkan 101 usulan terdiri atas 59 fisik, 22 ekonomi, dan 20 pembangunan manusia.
Kesemuanya akan dibahas kembali sebelum masuk forum tingkat kota. (kim)








































