PNS Pemkab Mojokerto bersama pelajar gelar aksi donor darah di hari Sumpah Pemuda

IM.com – Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pelajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto kompak mendonorkan darahnya di Pendopo Graha Maja Tama,Jumat (28/10-2016). Aksi kemanusiaan ini dilakukan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

A. Jazuli, Assisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto mengatakan kegiatan ini selain untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda juga untuk memperingati Hari Korpri Ke -40 yang jatuh pada tanggal 29 Nopember nanti.

“Ini adalah salah satu rangkaian kegiatan menyambut hari Korpri. Karena kebetulan hari ini bertepatan Hari Sumpah Pemuda, makanya kita libatkan para pelajar SMA untuk ikut didalamnya,” ungkapnya.

Ketua Korpri Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan, acara donor darah ini merupakan acara rutin yang digelar Korpri tiap tahunnya. Hanya saja, kali ini pelaksanaanya berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Jika sebelumnya hanya diikuti hanya oleh anggota Korpri saja, kali ini kita buka untuk umum. Dan momennya pun, kita ambil pas peringatan sumpah pemuda, biar lebih sakral,” ungkapnya.


Jazuli juga menerangkan, donor darah kali ini diikuti sekitar 100 orang peserta. Jumlah tersebut, separuh diantaranya adalah pelajar SMA sedangkan sisanya adalah PNS. “Alhamdulillah, banyak pelajar yang ikut ambil bagian dalam acara ini. Mereka secara sadar dan suka rela menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan,” ucapnya.

Ia menambahkan, donor darah ini merupakan kegiatan sosial demi kemanusiaan. Darah yang dihimpun akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI). “Kegiatan donor darah ini juga merupakan respons anggota Korpri terhadap imbauan PMI yang tidak henti-hentinya mengampanyekan donor darah kepada masyarakat maupun aparatur pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Toriq Hadid, salah satu pendonor dari Siswa Kelas IX di SMAN 1 Sooko mengaku bangga bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini. Meski baru pertama kali donor, Toriq mengaku tak takut darahnya disedot oleh petugas PMII. “Pertama sih takut sakit, tapi setelah merasakan sendiri ternyata biasa-biasa saja. Gak sakit kok,” celetuknya.

Ia mengaku tahu kegiatan ini dari pihak sekolah. Ia lantas mendaftarkan diri melalui pihak sekolah untuk ikut berpartisipasi. “Yang dari SMAN Sooko ada sekitar 30 an, rata-rata mereka juga baru pertama kali donor darah. Kita tambah semabgat, karena momennya pas Hari Sumpah Pemuda,” pungkasnya.(san/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here