PMI Kabupaten Mojokerto bersama warga setempat evakuasi tukang galih sumur yang tewas akibat tertimpah batu dan kehabisan oksigen

IM.com – Suparno (50), tewas saat menggali sumur warga di Dusun Rungkut, Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu (30/11/2016). Kuli bangunan asal Desa Tempuran, Kecamatan Pungging itu tewas akibat kehabisan oksigen setelah tubuhnya terjepit batu besar yang runtuh ke dasar sumur.

Kepala Seksi Pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto, Didik Soedarsono mengatakan, saat kejadian korban sedang meneruskan penggalian sumur milik Sutrisno. Pasalnya, hingga kedalaman 13 meter tak kunjung keluar air.

Tak diduga, batu berdiameter sekitar 70 Cm yang semula berada di atas sumur jatuh menimpa tubuh korban. “Batu cukup besar itu pun jatuh menjepit tubuh Suparno yang ada di dasar sumur. Korban sempat teriak minta tolong,” kata Didik.

Mendengar teriakan minta tolong itu, lanjut Didik, rekan korban yang bertugas di luar sumur bergegas membantu. Namun, sulitnya medan di dalam sumur berdiameter 1,2 meter itu membuat rekan korban terpaksa meminta bantuan warga sekitar.


Dibantu anggota Polsek Pungging, relawan PMI dan LPBI NU Kabupaten Mojokerto, warga mengevakuasi tubuh korban dari dasar sumur. Menurut Didik, dibutuhkan waktu hingga enam jam untuk mengeluarkan tubuh Suparno.

Namun, kuli bangunan itu sudah tak bernyawa. “Setelah dilakukan pemeriksaan jenazah korban oleh tim medis dari PKM Pungging, korban dinyatakan meninggal karena kehabisan oksigen saat di dalam sumur,” tandasnya.Kendati begitu, polisi membawa jenazah Suparno ke RSUD Dr Soekandar, Mojosari untuk diautopsi. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here