Rusaknya jalan trans nasional dan provinsi di wilayah Mojokerto menjadi pemicu meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya juga kerusakan onderdil kendaraan

IM.com – Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terkahir membuat kerusakan jalan di jalur nasional dan jalur provinsi di Kabupaten Mojokerto kian parah. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang mengakibatkan pengendara roda dua celaka. Tercatat satu pengendara tewas dan empat lainnya luka-luka dalam sebulan terakhir.

Pantauan wartawan di lapangan, kerusakan cukup parah di jalur nasional By Pass Mojokerto wilayah Kecamatan Puri, Sooko, dan Trowulan. Tak hanya bergelombang, jalur penghubung Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah ini banyak berlubang. Sebagian besar lubang-lubang jalan seluas 0,5 meter dengan kedalaman 10-20 cm.

Kondisi serupa juga terlihat di jalur provinsi Mojokerto-Pasuruan. Kerusakan cukup merata mulai dari Terminal Kertajaya hingga Jalan Raya Ngoro yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan. Kondisi jalan yang rusak ini dikeluhkan warga karena kerap menjadi penyebab kecelakaan, khususnya kendaraan roda dua.

“Dalam tiga hari ini saja, sudah tiga pengendara roda dua yang jatuh di jembatan Puloniti (Kecamatan Bangsal) akibat terkena jalan yang berlubang. Korban mengalami luka cukup parah,” kata Rizal Samsu (72), warga Desa Puloniti, Rabu (1/2/2017).


Jalan Raya Bangsal merupakan bagian dari jalur provinsi Mojokerto-Pasuruan. Kerusakan terparah terlihat di sisi timur jembatan Puloniti. Lubang menganga selebar 1 meter dengan kedalaman 20 cm terlihat di dua titik. Pengguna jalan harus mengurangi kecepatan dan waspada agar tak terjebak di lubang tersebut.

“Kerusakan sejak musim hujan beberapa hari ini. Saya berharap supaya cepat diperbaiki, kasihan pengguna jalan yang jatuh, kan masyarakat sudah bayar pajak. Apalagi jalan ini selalu ramai kendaraan,” ujarnya.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Ramadhan Nasution mengatakan, keruskaan jalan di jalur nasional By Pass Mojokerto terjadi mulai simpang empat Kenanten hingga tugu perbatasan Jombang-Mojokerto. Menurut dia, kerusakan terparah di jalur ini berada di Desa Watesumpak. Lubang-lubang jalan menganga sepanjang sekitar 2 Km.

“Banyak pengendara jatuh, khususnya roda dua. Sepanjang Januari 2017 laporan yang masuk ke kami terjadi dua laka, satu korban meninggal, satu luka ringan. Namun, informasi warga banyak terjadi laka tunggal,” ungkapnya.

Sementara di jalur provinsi Mojokerto-Pasuruan, lanjut Ramadhan, terjadi tiga kasus kecelakaan melibatkan pengendara sepeda motor dalam sebulan terakhir. Menurut dia, para korban mengalami luka ringan.

“Kami imbau pengguna jalan agar hati-hati melintas di By Pass Mojokerto dan jalur provinsi, supaya mengurangi kecepatan dan mengantisipasi lubang-lubang jalan,” cetusnya.

Selain rutin melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalan rusak, tambah Ramadhan, pihaknya juga berupaya mendesak Dinas PU Provinsi Jatim dan Balai Besar Jalan Nasional agar segera melakukan perbaikan jalan.

“Kami inventarisasi data laka, data jalan berlubang untuk kami surati instansi terkait. Surat resmi sudah kami layangkan sebelum tahun baru, awal Februari ini akan kami surati lagi,” tandasnya. (bud/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here