Warga gotong-royong bersih-bersih material usai banjir bandang di Dusun/Desa Kalikatir Kecamatan Gondang,, tahun 2017.

IM.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melakukan langkah cepat bencana banjir bandang di Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Senin (27/3-2017). Itu akibat tingginya curah hujan yang terjadi Minggu (26/3) malam berimbas meluapnya Sungai Klorak yang membawa material pasir dan lumpur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, bekerjasama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Cipta Karya, Badan Lingkungan Hidup, TNI dengan dibantu masyarakat, melakukan tindakan darurat membuat penahan banjir dari ribuan karung plastik berisi pasir dan anyaman bambu.

Data BPBD, menyebutkan sebanyak tujuh unit rumah dan satu unit warung, yang terdampak banjir bandanng sudah didata untuk segera diajukan ke Pemda guna pengajuan bantuan. BPBD juga telah melakukan pembersihan lokasi banjir (rumah dan jalan), serta fasilitas umum yakni sumber air bersih yang tersumbat. Serta membangun jembatan darurat penghubung Desa Kalikatir dan Desa Dilem.

“BPBD sudah melakukan koordinasi dengan dinas instansi teknis terkait, hari ini (27 Maret 2017) kami melaksanakan rapat koordinasi dengan TNI, Polri, camat untuk membahas langkah-langkah penting apa yang harus diterapkan (apa saja kebutuhan masyarakat dan sebagainya),” terang Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini.


Pemerintah Kabupaten Mojokerto tidak lupa mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem.“Kita imbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaaca ekstrem saat ini,” imbau Zaini.

Sementara Trubus (50 tahun) dan Margono (32 tahun) mewakili suara warga Desa Kalikatir, mengutarakan harapan agar pengembalian fungsi sungai seperti semula segera dilaksanakan. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Mojokerto agar secepatnya melakukan normalisasi sungai, membangun tanggul, dan perbaikan DAM.

“Kita ingin sungai bisa pulih lagi, mengingat kondisinya yang sudah dangkal dan membutuhkan tindakan normalisasi secepatnya. Kita juga ingin pemerintah membantu membangun tanggul dan perbaikan DAM. Bantuan rumah kita harap bisa terealisasi segera,” terang Trubus dan Margono. (ika/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here