IM.com – Polres Mojokerto menjaring 6 orang pelajar tingkat SMA yang sedang membolos di warung dan tempat kos, Selasa (4/4/2017). Mereka diangkut ke kantor polisi untuk diberi pembinaan.

Razia petugas menyasar deretan warung di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari. Melihat kedatangan petugas berseragam cokelat, empat orang pelajar laki-laki itu berusaha kabur.

Aksi kejar-kejaran antara polisi dengan pelajar pun terjadi. Namun, remaja berseragam abu-abu putih itu bisa diamankan petugas. “Kami amankan empat pelajar di warung remang-remang padahal waktunya sekokah. Di warung tersebut mereka duduk, ngopi, dan merokok,” kata Kasat Binmas Polres Mojokerto, AKP Bambang kepada wartawan.

Razia pelajar bolos dilanjutkan ke tempat kos di Desa Seduri tak jauh dari lokasi pertama. Di tempat ini, polisi kembali menjaring dua pelajar tingkat SMA. Sepasang pelajar itu kedapatan berduaan di kamar kos tersebut. “Dua pelajar di kos alasannya pulang sekolah ambil buku di kosan temannya. Mereka tetap kami mintai ketarangan dan kami bina supaya tak berduaan di kamar kos,” ujar Bambang.

Tak hanya menyasar pelajar bolos, polisi juga merazia hotel yang disinyalir menjadi tempat mesum. Namun, petugas terpaksa pulang dengan tangan hampa lantaran diduga razia telah bocor. Salah satu hotel kelas melati di Kecamatan Trawas, sepi tamu saat dirazka petugas.

Bambang menjelaskan, keenam pelajar bolos dibawa ke Polres Mojokerto. Selain didata, mereka juga diminta membuat surat pernyataan agar tak kembali membolos. Para pelajar itu merupakan siswa SMA di Kecamatan Mojosari dan Pungging. “Kalau mereka mengulang kembali perbuatannya, kami akan panggil pihak sekolah dan orang tua siswa,” tegasnya.

Terhadap pihak sekolah, Bambang mengimbau agar memperketat keamanan sekolah. Dia berharap siswa yang keluar, harus mendapatkan izin lebih dulu dari pihak sekolah. “Kalau masih kami temukan siswa bolos dari sekolah yang sama, kami akan panggil pihak sekolah,” tandasnya. (kus/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here