Polisi menindak tegas puluhan pelajar yang konvoi

IM.com – Sebanyak 20 pelajar SMA ditangkap polisi saat berkonvoi merayakan kelulusan di By Pass Mojokerto, Rabu (3/5/2017). Meski berseragam SMA, ternyata di antara pelajar itu ada yang tamatan SMP. Ada juga yang sampai ditangisi ibunya.

Puluhan pelajar itu dibawa ke kantor Sat Lantas Polres Kota Mojokerto. Diantara mereka, ada dua pelajar perempuan. Seragam abu-abu putih para pelajar ini sarat dengan coretan cat semprot. Mayoritas pelajar bandel itu dari SMK di Kota Mojokerto.

Yang mengejutkan, konvoi perayaan kelulusan anak SMA ini juga diikuti anak lulusan SMP tahun 2015. Dia adalah TS (17), asal Kecamatan Mojoanyar. Selayaknya pelajar SMA, dia memakai seragam abu-abu-putih penuh coretan cat semprot.

“Saya hanya penasaran ingin merasakan konvoi anak SMA. Ini seragam pinjam kakak saya. Namun, setelah ditangkap ya kapok,” ujar remaja yang kini tak sekolah itu.


Di kantor polisi, selain didata, TS dan puluhan pelajar lainnya juga diberi pembinaan oleh petugas terkait bahaya konvoi di jalan raya. Sanksi tilang diberikan kepada para pelajar yang kedapatan melanggar lalulintas.

Mereka diizinkan pulang dengan syarat harus dijemput orang tuanya. Tiba-tiba seorang ibu paruh baya menangis histeris melihat anaknya ditangkap polisi. Dengan berlinang air mata, sang ibu memohon kepada polisi agar anaknya dibebaskan. Tangis ibu ini reda setelah anaknya diizinkan pulang oleh polisi.

“Para pelajar ini kami tangkap karena sedang konvoi di jalan, diawali pelanggaran lalulintas, seperti tak pakai helm, tak punya SIM, dan kendaraan protolan,” kata Kasat Lantas Polres Kota Mojokerto, AKP Donny Dwija kepada wartawan.

Selain menangkap para pelajar, tambah Donny, petugas juga menyita 10 sepeda motor yang dipakai konvoi. Motor-motor itu tak standar, seperti tak ada spion, knalpot brong, hingga tak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Setelah pembinaan, kami serahkan supaya dijemput orang tuanya. Kami juga buatkan surat tembusan, kami datangi sekolah yang bersangkutan agar tak terulang, supaya sekolah ikut mencegah,” tandasnya. (kus/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here