Salah satu kegiatan KKN mahasiswa mancanegara di Desa Gumeng, Mojokerto

IM.com – Sebanyak 175 mahasiswa dari enam negara berbagai universitas mengikuti Community Outreach Program (COP) internasional Universitas Kristen (UK) Petra di Kabupaten Mojokerto. Ada delapan lokasi di tujuh desa yang ada di Kecamatan Gondang dan Jatirejo yang menjadi tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional tersebut.

Mereka mempunyai program pembangunan fisik dan non fisik di Kabupaten Mojokerto sejak tanggal 10 Juli sampai 4 Agustus 2017 mendatang. Sebanyak 175 mahasiswa tersebut dari UK Petra (Indonesia), Hongkong, Singapura, Belanda Korea Selatan dan Jepang. Mereka dibagi dalam delapan kelompok.

Ada delapan dusun di tujuh desa dari dua kecamatan yang menjadi tujuan COP internasional UK Petra. Diantaranya, Dusun Nawangan dan Dusun Kulubanyu di Desa Tawangrejo, Dusun Lebak di Desa Lebak Jabung, Desa Sumberjati yang berada di Kecamatan Jatirejo serta Desa Gumeng, Desa Dilem, Desa Jatidukuh dan Desa Begagan Limo yang berada di Kecamatan Gondang.

Mahasiswi dari Singapore University of Social Sciences, Nur Mardhiah Binti Abrahim (24) mengungkapkan, jika masyarakat di Indonesia baik dan ramah. “Dan jam kerjanya juga sangat fleksibel. Berbeda dengan Singapore yang sangat ketat. Jadi tidak ada alasan buat saya, tidak menyukai Indonesia. Saya sangat suka sekali tempat ini,” katanya, Rabu (26/7/2017).


Dosen pembimbingan lapangan UK Petra, Resmana Liem menjelaskan, program COP International UK Petra tahun 2017 ini merupakan kegiatan ke 21 yang telah terlaksana. “Sebelumnya di Magetan, Kediri dan kali ini kita pindah ke Kabupaten Mojokerto. Kabupaten Mojokerto merupakan tahun ketiga. Banyak hal yang bisa dibangun di sini sehingga tidak bisa singkat,” ujarnya.

Seperti pembangunan fisik, yakni pipanisasi, internet dan sanitasi. Harapannya dengan perbaikan dan pembangunan tersebut, masyarakat dapat mendapatkan hak-haknya yang sesuai seperti pendidikan dan kebutuhan air sehari-hari karena tidak adanya saluran air yang mengalir ke rumah warga, tidak jarang mereka kesulitan air bersih.

“Sejak adanya pipanisasi, warga mulai mempunyai MCK sendiri di rumah dan benar, ini membawa dampak bagus buat sanitasi yang ada di sini. Mahasiswa bisa belajar dengan masyarakat, masyarakat juga bisa belajar dengan mahasiswa. Seperti belajar memanfaatkan internet, ibu-ibu bisa mencari resep masakan di internet,” urainya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Begagan Limo, Darto Utamo mengatakan, Desa Begagan Limo baru pertama kali menjadi tujuan COP internasional UK Petra. “Dari kegiatan ini, ada pembangunan fisik dan sosial yang diberikan kepada warga. Seperti membuat toilet umum, perbaikan paud, green house dan sosialnya seperti mengajar di paud dan SD serta pendekatan ke masyarakat,” jelasnya.

Sehingga pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut karena hal tersebut juga menjadi kesempatan baik. Karena, lanjut Kades, pihaknya akan launcing wisata sehingga dengan kegiatan tersebut menjadi promosi gratis. Pihaknyapun berharap, tahun depan bisa kembali mendapatkan program pembangunan dari COP internasional UK Petra.(ning/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here