Umat Budha menggelar ritual ulumbana di Maha Vihara Majapahit, Dusun Kedung Wulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto

IM.com – Ratusan umat Budha menggelar ritual ulumbana di Maha Vihara Majapahit, Dusun Kedung Wulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (10/9/2017). Ritual tersebut digelar untuk kirim doa kepada etnis Rohingya yang menjadi korban konflik di Myanmar.

Umat Budha dari berbagai kota tersebut mengirim berbagai sesaji yang ditujukan kepada para leluhur dan arwah para korban meninggal agar damai saat menuju surga. Ritual diawali dengan sembahyang dan doa bersama dan melanjutkan dengan ritual pembakaran sesaji.

Dalam ritual tersebut, berbagai sesembahan diletakkan dalam kapal raksasa tang terbuat dari kertas oleh masing-masing keluarga leluhur. Seperti baju dan uang-uangan yang menjadi kesukaan para arwah. Kemudian diberi percikkan air suci sebelum kemudian dibakar.

Pengurus Maha Vihara Majapahit Banthe Viriyanadi Mahathera mengatakan, doa-doa yang dilantunkan tersebut bertujuan agar arwah manusia yang sudah meninggal, baik leluhur maupun korban konflik di Myanmar bisa merasakan kedamaian. “Tujuannya agar para arwah di surga tetap bisa menjaga sila dan kebaikan,” ungkapnya.

Kapal yanh digunakan sebagai wadah barang-barang kesukaan para arwah, lanjut Banthe, hanya sebagai alat agar sesaji tidak berantakan. Sekaligus untuk alat transportasi agar sesaji tersebut bisa menyeberang ke alam arwah. Banthe menambahkan, ritual ulambana digelar setiap bulan tujuh tanggal 15 penanggalan imlek.

“Ritual ini merupakan tradisi budaya yang tidak bisa ditinggalkan dam ritual ulambana ini sama seperti tradisi suroan bagi orang jawa, harapannya tentang doa-doa kebaikan. Terkait kekerasan di Myanmar, semoga semuanya segera berakhir karena jika manusia sudah mati. Tuhan tidak bertanya apa agamamu tapi apa manfaat dan amalku ke sesama,” tegasnya.(ning/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here