Potret kemiskinan di Kota Mojokerto.

IM.com – Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita kembali menyapa warga Kota Mojokerto. Adik kandung Bupati Mojokerto ini membagikan ratusan bungkus beras ke keluarga miskin sekaligus membekali warga metode mengasuh anak agar menjadi generasi hebat.

Aksi sosial Ning Ita kali ini menyasar warga Lingkungan Balongrawe Baru (Baraba), Kelurahan Kedundung, Magersari. Kedatangan wanita berhijab ini disambut ratusan ibu-ibu rumah tangga yang siap berkenalan dengan dirinya. Ratusan ibu rumah tangga itu merupakan warga miskin di Lingkungan Baraba.

Sebagai wujud kepeduliannya kepada warga miskin, Ning Ita membagikan 150 bungkus beras kepada 150 keluarga di lingkungan ini. Setiap KK menerima 5 Kg beras.

Selain memberi tali asih, Ning Ita juga berbagi ilmu metode mengasuh anak-anak menjadi generasi yang hebat. Tak tanggung-tanggung, fasilitatornya Evi Astuti Parenting dari Malang didatangkan dalam forum silaturrahmi ini untuk memberi pencerahan secara langsung kepada warga.


“Saat ini narkoba dan minuman keras merajarela, sudah merambah anak-anak usia SD dan SMP. Perkembangan teknologi informasi membuat anak-anak kecil terkena narkoba dan miras. Semoga ilmu itu bisa memberi pencerahan kepada mereka sebagai orang tua untuk mendidik anak dengan baik,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Ning Ita juga menyempatkan diri melihat langsung kehidupan warga Baraba. Didampingi beberapa tokoh masyarakat setempat, dia belusukan ke sudut-sudut kampung yang berdiri di atas lahan pemakaman Tionghoa itu.

Dengan ramah dan senyuman, Ning Ita menyapa setiap warga Baraba. Bahkan dia tak segan melihat langsung kondisi tempat tinggal warga yang jauh dari kata layak huni. Melalui dialog langsung dengan warga, Ning Ita mengaku memahami penderitaan yang dirasakan warga selama ini tanpa kehadiran pemerintah.

“Saya tak hanya prihatin, tapi batin saya menangis melihat potret warga Kota Mojokerto, ternyata masih ada yang hidup di bawah garis kemiskinan. Harusnya pemerintah hadir membantu warga, saya lihat pemerintah tak hadir, ini memprihatinkan sekali bagi saya,” ungkapnya.

Kondisi perekonomian warga Baraba yang tergolong miskin, lanjut Ning Ita, dikhawatirkan akan mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak. Kurang pedulinya para orang tua karena sibuk mencari nafkah untuk bertahan hidup, membuat pendidikan anak-anak dilingkungan ini rentan terabaikan. Sehingga mereka berpeluang besar untuk terjerumus ke hal-hal negatif.

“Sebagai muslimah, Ning Ita punya kewajiban untuk meringankan beban saudara kita yang berada dalam kondisi kurang beruntung. Mereka adalah prioritas yang harus diperhatikan. Dan apa yang saya lakukan hari ini sebagai langkah awal,” tandasnya. (kus/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here