Pengunjung Fresh Green Trawas selain bisa menikmati wisata dan kuliner khas Trawas juga bisa belajar seni kriya

IM.com – Inovasi lokasi wisata di wilayah Trawas terus bergulir. Kini giliran di kawasan Fresh Green Trawas (FGT), salah satu area wisata kuliner yang berada di Desa Duyung Kecamatan Trawas.

Selain menyuguhkan aneka kuliner khas pedesaan, di area ini juga tersedia aneka bentuk play ground untuk anak-anak. Bahkan terlihat banyak fasilitas santai, penginapan dan bentuk sarana untuk melakukan outdoor activity.

Selain terkenal karena menu khas durian, ternyata di FGT ada bentuk pelayanan seni kriya. Pengunjung dibebaskan untuk belajar melukis, menggambar, dan membatik dengan bimbingan penggiat seni kriya.

Adalah Nina Eka Putriani (21), yang bertugas mengajari dan memandu pengunjung yang tertarik bidang seni kriya.


“Sudah sebulan ini saya stay di FGT. Tugas saya melayani tamu untuk belajar aneka seni kriya. Alhamdulillah, lumayan banyak yang berminat. Apalagi kalau hari sabtu dan minggu. Tapi saya sangat senang ketika banyak anak-anak yang suka dan mau menyalurkan minatnya di dunia seni kriya ini,” ungkap Nina, sapaan akrabnya, remaja putri asli Desa Tamiajeng itu.

Masih kata Nina, hingga akhir tahun aktifitas seni kriya ini masih gratis sifatnya. Sekedar memberikan pelayanan lebih bagi konsumen FGT. Tahun depan rencananya baru ada tarif khusus bagi siapapun yang ingin belajar seni kriya di FGT.

“Sekarang kebijakan dari pengelolah FGT masih gratis. Saya juga lebih leluasa memberikan pelatihan singkat kepada seluruh pengunjung, terutama anak-anak,” ujar alumnus ISI Surakarta itu optimis.

Menurut Nina, pengunjung tak perlu membawa alat atau bahan apapun. Semua sudah disediakan pihak FGT. Sementara dirinya bertugas mengajari, mengarahkan, dan memberikan analisis atas hasil karya pengunjung. Bahkan tidak sedikit pengunjung FGT yang langsung membawa pulang karyanya untuk koleksi di rumah mereka.

“Sambil menikmati suasana dan menu khas FGT, pengunjung kan dapat duduk-duduk sambil menyaksikan anak-anaknya belajar seni kriya. Apalagi suasana dan tempat FGT sangat nyaman lagi sejuk. Hemat saya, sekarang pengunjung silahkan manfaatkan fasilitas belajar ini, karena gratis dan dapat keterampilan. Makan dan minum sekaligus turut melestarikan seni tradisi nusantara di FGT,” tandas Nina sembari menunjukkan beberapa lembar kain untuk kepentingan praktik melukis.

Sementara itu, Wahyu Sakinah Rochmawati (23), seorang ibu muda yang datang bersama suami dan putrinya Adzkia Sakinah Abiyah Wardhani (2), langsung mencoba memberikan pengalaman pada si kecil. Atas bimbingan dan arahan Nina, si Adzkia pun corat coret di atas selembar kain putih berukuran 30 x 30 cm. Meski tak berbentuk riil, tetapi setidaknya Adzkia dapat mengenal warna di coretan kain dengan kuas lukis itu.

“Fasilitas edukasi seperti ini sangat bagus. Jadi, keluarga tak hanya rekreasi saja tetapi juga memberikan edukasi kepada anak-anaknya di alam bebas. Bayangkan saja, kalau anak-anak kita biasakan belajar dengan cara seperti ini, tentulah akan banyak manfaat yang diperolehnya,” ujar Wahyu yang jebolan Universitas Negeri Surabaya menilai sembari mendampingi putrinya melukis. (use/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here