Kebudayaan dan Pendidikan
Gubernur Jatim menyerahkan penghargaan kepada pelajar prestasi

IM.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menekankan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional. Maknanya yakni terdapat titik temu antara pendidikan dan kebudayaan.

Disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan akan mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional kita. Karena itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang.

Pihaknya berkomitmen untuk terus membangun pendidikan yang diperkuat dengan kebudayaan nasional. Kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan kuat. Begitu pula sebaliknya, jika pendidikan subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghunjam kian dalam di tanah tumpah darah Indonesia.

Untuk itu, pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini agar seluruh pihak bisa menyatukan tekad untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan dengan disertai niat ikhlas,serta usaha keras dalam mengabdi di dunia pendidikan.


Sementara program dual track untuk memperkuat pendidikan vokasional menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program ini merupakan langkah konkrit Pemprov Jatim untuk meningkatkan sumberdaya manusia sekaligus mengatasi pengangguran.

“Kami bersama guru dan PGRI telah merumuskan konsep baru pendidikan tahun 2018, dual track strategy untuk mengantisipasi bonus demografi tahun 2019 di Jatim,”ujarnya, Rabu (2/5-2018).

Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim menjelaskan, sebagai langkah awal penerapan dual track, Pemprov Jatim memberlakukan rasio 70 persen untuk SMK dan 30 persen untuk SMA. Bagi SMK, pemprov telah bekerjasama dengan perguruan tinggi dan perusahaan khususnya yang ada di Jatim.

Sedangkan untuk SMA, Aliyah, Ula, dan Wusto dalam pendidikan Diniyah Salafiyah juga diberikan pendidikan vokasional sehari dalam sepekan. “Semua langkah ini dilakukan agar Jatim yang mempunyai kultur sebagai pejuang dan petarung menang dalam pertarungan SDM di tingkat internasional. Hampir semua anak-anak muda di Jatim memenangkan pertarungan dengan kondisi digital seperti saat ini,” tegas orang nomor satu di Jatim.

Di akhir sambutannya, Pakde Karwo menyampaikan terima kasih kepada masyarakat pendidikan, guru, pemerhati pendidikan, siswa, mahasiswa yang telah bekerja keras menaikkan kualitas pendidikan di Jatim. (kim/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here