Survey KB Medio 2018, Masyarakat Dominan Gunakan Kontrasepsi Suntik
Puskesmas Watukenongo menggelar lokakarya kesehatan masyarakat

IMl.com – Puskesmas Watukenongo menggelar lokakarya kesehatan masyarakat bersama Forpimka dan instansi terkait sebagai upaya mengingkatkan program layanan kesehatan yang dicanangkan pemerintah, Senin (30/07/2018).

Di hadapan 30 orang yang menghadiri acara tersebut, Kepala UPT Puskesmas Watukenongo dr. Tommy Sitompul menuturkan, masalah kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk melaksanakan Program Indonesia Sehat yang dicanangkan pemerintah. “Permasalahan kesehatan yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Watu Kenongo kita diskusikan untuk mencari solusi sehingga lokakarya ini bermanfaat,” katanya berharap.

Pembicara lanjutan dilakukan oleh praktisi kebidanan, yaitu Karyati, Amd, Keb yang menjelaskan tentang pencapaian program KB terkait dengan jenis alat kontrasepsi IUD, MIP, MOW, susuk atau implat, suntik, pil maupun kondom.

Menurut Karyati, hasil survey sampai dengan bulan Juli 2018 diketahui masyarakat lebih banyak menggunakan alat kontrasepsi jenis suntik. Karena sebagian masyarakat kita masih khawatir dan kurangnya pemahaman tentang alat kontrasepsi jenis IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim padahal itu salah satu metode kontrasepsi jangka panjang.


Tema lainnya yang diudar dalam dialog tersebut menyangkut sosialisasi promosi kesehatan (Promkes) yang disampaikan oleh Suci Heni, Amd, Keb. Menurutnya, Program Promkes diprioritaskan pada kegiatan Desa Siaga yang di dalamnya menyangkut Survey Mawas Diri dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) sebagai unsur penilaian dalam meningkatkan Akreditasi Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Lebih lanjut Suci mengatakan, yang disebut Desa Siaga ada desa yang memiliki kesiapan kesehatan dan mendekatkan pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat. Digalakannya desa siaga karena muncul kasus penyakit seperti HIV/Aids, sars, flu burung, narkoba, dan sejenisnya sehingga dibutuhkan langkah antisipasi dan penanganan yang cepat. Tujuan desa siaga ini demi terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli, tanggap terhadap permasalahan kesehatan di lingkungan masyarakat.

Acara yang berlangsung di Aula UPT Puskesmas Watukenongo Dusun Dakon Desa Watukenongo Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto dihadiri oleh Wakapolsek Pungging Ipda M. Sugeng, Babinsa Kopka Abdul Azis dan Bhabinkamtibmas Brigadir Muslimin dan staf Puskesmas setempat. (dim/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here