KH Ma'ruf Amin diminta mundur dari jabatan Ketum MUI usai memutuskan maju sebagai cawapres Jokowi.

IM.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersikap tegas atas majunya KH Ma’ruf Amin sebagai Cawapres. Secara etika, Ma’ruf Amin diminta mundur dari kursi Ketua Umum MUI.

Pengunduran diri itu untuk menghindarkan MUI dari konflik kepentingan dan terjerumus dalam praktik politik praktis. Sebab bagaimanapun, MUI bukan organisasi politik.

“MUI sudah mengusulkan agar Kiai Ma’ruf non aktif agar tidak menimbulkan masalah baru. Lebih baik (Ma’ruf Amin) mengundurkan diri,” tegas Ketua MUI Jatim Abdussomad Buchori saat dihubungi, Selasa (14/8).

Ia juga menyarankan agar MUI pusat segera menggelar musyawarah dengan melibatkan pengurus di seluruh Indonesia untuk membahas keputusan Ma’ruf Amin. Menurutnya, memang ada mekanisme musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan strategis.

“Mudah-mudahan bertemu seluruh Indonesia untuk membicarakan bersama bagaimana yang terbaik,” ujar Abdussomad.

Kiai yang menolak masuk daftar 200 mubaligh rekomendasi Menteri agama ini  memastikan, MUI Jatim tidak akan membuat pernyataan-pernyataan mendukung salah satu calon di Pilpres. Termasuk pasangan Jokowi yang menggandeng Ma’ruf Amin.

“Kami dari MUI Jawa Timur, tidak akan ikut kampanye atau membuat surat pernyataan dukungan, itu tidak akan, karena itu tidak sesuai dengan Majelis Ulama. Itu yang perlu dipahami,” tandasnya.

Namun pihaknya tetap menganjurkan agar masyarakat berpartisipasi dalam pemilihan umum legislatif dan presiden 2019 nanti. “Saya hanya menganjurkan masyarakat untuk berpartisipasi terhadap Pemilu. Silakan sesuai dengan hati dan pikirannya masing-masing,” pungkas Abdussomad. (med/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here