Khofifah Indar Parawansa saat berpidato di acara peringatan Tahun Baru Islam 1440 H di Lapangan Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jumat dinihari (21/9/2018).

IM.com – Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa membenarkan keengganannya masuk Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin wilayah Jatim. Namun begitu, Khofifah menyatakan tetap mendukung Jokowi-Ma’ruf meski dengan cara lain melalui Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) yang ia bentuk bersama KH Asep Saifuddin Chalim.

Mitra Khofifah yang disebutkan terakhir tadi juga batal masuk dalam jajaran TKD Jokowi-Ma’ruf yang diserahkan ke KPU Jatim hari ini (21/9/2018). (Baca: Khofifah, Emil dan Dahlan Batal Masuk TKD Jokowi-Ma’ruf).

Terkait namanya yang sempat tercantum dalam struktur TKD, Khofifah mengaku tidak pernah dikonfirmasi sebelumnya. Tetapi ia mengatakan sudah pamitan ke Mahfud Arifin selaku Ketua TKD Jatim dan timnya untuk berjuang memenangkan Jokowi-Ma’ruf lewat gerbongnya sendiri yakni (JKSN).

“Saya sudah mengkomunikasikan dengan teman-teman. Saya ingin lebih fokus pada jaringan kiai santri saja,” kata Khofifah usai menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1440 H di Lapangan Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jumat dinihari (21/9/2018).

Khofifah beralasan, jangkauan kendaraannya untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin malah lebih luas. Tidak hanya di seputar Jatim, melainkan berskala nasional.

“Terutama dari sembilan provinsi yang basis votersnya signifikan. Rasanya kami akan membangun komunikasi ala kami,” papar mantan Menteri Sosial ini.

Apalagi Khofifah merasa lebih fleksibel membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat apabila bergerak bersama JKSN.

“Lebih baik saya tidak pada posisi regional (Jatim), karena jaringan yang bisa kami maksimalkan tentu tak hanya Jatim. Saya merasa akan lebih efektif kalau masuk jaringan nasional, yakni jaringan kiai santri nasional,” tandas Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Pergerakan Khofifah ini diamini KH Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Pacet Kabupaten Mojokerto sekaligus penggagas JKSN. Menurutnya, JKSN ini akan dibentuk secara nasional untuk mengawal pemenangan Jokowi-Ma’ruf melalui jaringan ulama, kyai, santri dan wali santri.

“Kami akan berperan sebagai penyapu warga Nahdliyyin agar semua bisa maksimal memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Kalau boleh dikalkulasi, Ibu Khofifah memiliki anggota muslimat 32 juta, terus saya memiliki pengikut loyal 12 juta,” katanya. Kyai Asep sendiri juga hengkang dari TKD yang dinakhodai mantan Kapolda Jatim Mahfud Arifin.

Untuk mempercepat gerakan JKSN, kata Kyai Asep, akan segera membentuk pimpinan di Provinsi-Provinsi besar di Indonesia dan mendeklarasikan 470 cabang. Menurutnya, JKSN akan memaksimalkan jaringan NU kultural.

Hal itu lantaran selama ini beberaaa calon yang didukung NU Struktural sering kalah dalam pilkada.

“Bisa di lihat dulu KH Hasyim Muzadi didukung NU Struktural terus kalah dalam Pilpres. Terus, Ali Maschan Moesa saat Pilgub 2004 dan Saifullah Yusuf di Pilgub 2018 juga kalah saat didukung NU Struktural. Makanya kami memaksimalkan NU kultural,” katanya. (sun/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here