Dandim 0815 Bekali Wasbang Peserta Diklatsar Banser Kota Mojokerto
Diklatsar Banser Kabupaten Mojokerto.

IM.com – Pasukan Barisan Ansor Serba Guna Kabupaten Mojokerto bertambah. Tambahan sebanyak 700 anggota badan otonom ormas Nadlatul Ulama itu dilantik hari ini, Rabu (26/9/2018) di Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Sebanyak 700 anggota Banser itu dilantik setelah mendapat penggemblengan fisik dan spiritual. Penggemblengan dilakukan KH Chusaini Ilyas, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar. Sedangkan pembaretan disematkan oleh Ketua Banser Pusat yang juga Katib Aam PBNU KH. Yahya Cholif Staquf.

Kegiatan Pembaretan dan Penggemblengan ini dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka dengan kegiatan konvoi Banser dan registrasi peserta.

Ditemui usai kegiatan, KH. Yahya Cholif Staquf menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin warga Banser. “Kegiatan ini membuktikan anggota Banser selalu patuh dan menjalankan kewajiban organisasi,” Yahya Staquf..

Yahya Staquf mengatakan, anggota Banser di seluruh Indonesia sudah siap menyambut hajatan nasional, Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif tahun 2019. Ia berharap Banser dapat menciptakan kedamaian dan ketentraman di tengah masyarakat saat masa kampanye hingga Pemilu.

“Pembekalan yang diberikan di antaranya pemahaman mengenai pentingnya menciptakan harmoni ketenangan dan ketenteraman di tengah masyarakat,” tutur Watimpres RI itu.

Kiai Yahya, demikian dia biasa disapa, menyebutkan, jumlah anggota Banser ada sekitar 2 juta anggota. Angka ini belum termasuk warga anggota baru yang lulus pembaretan dan penggemblengan.

“Total warga baru ada sekitar 4 juta anggota, ini yang sudah mengikuti dan lulus pembekalan, pelatihan dasar Banser,” ungkapnya.

Banser Mojokerto punya sejarah mengharukan. Sejarah itu tercatat atas nama Riyanto, Anggota Banser Kabupaten Mojokerto yang meninggal pada 24 Desember 2000 karena ledakan bom bunuh diri di Gereja Eben Haezar Mojokerto.

Riyanto yang disematkan gelar Pahlawan Kemanusiaan oleh Banser dan nahdliyin terkenal ledakan bom bunuh diri saat menjalankan tugas membantu pengamanan gereja di malam Natal. (bon/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here