Laga seru antar klub kasta tertinggi liga sepakbola Indonesia (Liga 1) bakal kembali bisa dinikmati par apecinta sekabola di tanah air mulai 5 Oktober.

IM.com – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya mencabut status penghentian sementara Liga 1 2018. Induk federasi sepakbola tanah air itu memutuskan kompetisi kasta tertinggi liga sepakbola nasional akan digelar lagi pada 5 Oktober 2018.

“Maka dengan ini memutuskan mencabut status penghentian sementara Liga 1 2018 dan meminta PT Liga Indonesia Baru untuk dapat kembali menjalankan Liga 1 2018 terhitung 5 Oktober 2018,” demikian bunyi poin pertama surat keputusan PSSI yang diteken Sekjen PSSI, Ratu Destria.

Surat keputusan ini terbit setelah 18 klub melalui Sidang Komite Disiplin 1 Oktober 2018 dan forum Silahturahmi Klub Liga 1 2018 mendesak PSSI segera menggulirkan kembali kompetisi. Surat tertanggal Senin, 1 Oktober 2018 ini dikirim kepada operator liga yaitu PT Liga Indonesia Baru melalui surat bernomor 4302/UDN/1958/X-2018.

“Meminta PT Liga Indonesia Baru untuk dapat kembali menjalankan Liga 1 2018 terhitung tanggal 5 Oktober 2018.” Bunyi poin kedua dalam surat tersebut.

Untuk teknis penjadwalan, PSSI menyerahkan sepenuhnya kepada PT Liga Indonesia Baru. Persija, misalnya, kemungkinan besar akan bertemu Perseru Serui pada 6 Oktober.

Sebelumnya Kompetisi Liga 1 sempat dihentikan sementara menyusul adanya insiden pengeroyokan oleh suporter Persib terhadap Haringga Sirila, seorang jackmania -juukan suporter Persija- hingga meninggal dunia. Insiden ini terjadi jelang laga melawan Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 23 September. (Baca: Kemenpora-BOPI Hentikan Liga 1, Buntut Tewasnya Suporter Persija).

Sembilan Sanksi untuk Persib Bandung

Dalam kasus pengeroyokan itu, para pelaku dijerat pasal pidana. Persib Bandung selaku klub yang didukung para bobotoh tak luput sadri sanksi.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sembilan sanksi kepada tim Maung Bandung. Salah satu hukuman yang berat menimpa Persib berupa pertandingan usiran.

Ya, Bojan Malisic dan kawan-kawan harus memainkan laga kandangnya di sisa musim kompetisi Liga 1 kali ini di luar Pulau Jawa serta tak bisa disaksikan oleh penonton. Selain itu, Persib juga harus bermain tanpa penonton di setengah musim awal kompetisi Liga 1 musim depan.

Sanksi lain, dana sebesar Rp 100 juta harus dikeluarkan oleh panitia pelaksana pertandingan Persib. Hukuman diberikan karena Panpel tak bisa memberikan rasa aman kepada suporter dan tim tamu yang datang ke markas Persib.

PSSI juga menjatuhkan sanksi bagi Bobotoh selaku pendukung Persib. Pendukung loyal Persib itu tak boleh menyaksikan laga kandang maupun tandang di sisa musim ini serta setengah musim kompetisi tahun depan. Hukuman denda juga diterima oleh Persib.

Atas keputusan sanksi ini, Manajer Persib, Umuh Muchtar, tak legowo. Pihaknya merasa Sembilan sanksi tersebut terlalu banyak mengingat Persib tidak terlibat langsung dalam insiden pengeroyokan.

“Ini keputusan yang tidak adil, tidak benar. Kami dibilang melakukan sweeping apalah, itu tidak benar. Saya tidak bisa membendung kemarahan Bobotoh. Tidak ada cara karena ini Persib tidak salah. ‘Kan itu di luar ring (stadion), dan mereka juga tidak minta restu dulu dari FIFA,” ujar Umuh saat dihubungi awak media.

“Buat apa ada investigasi, untuk apa ada tim datang ke Bandung, investigasi menanyakan semua permasalahan, mengumpulkan data-data, buat apa? Saya inginnya PSSI dibubarkan saja. Karena ini tidak adil,” tambah pria berusia 70 tahun itu. (spn/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here