Wabup Mojokerto Berharap Desa Bisa Mandiri

IM.com – Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi mendorong seluruh desa di Kabupaten Mojokerto untuk terus melakukan inovasi-inovasi agar bisa menjadi desa mandiri. Harapan tersebut disampaikan dalam saat acara pembukaan Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) Program Inovasi Desa (PID) Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 di Hotel Raden Wijaya, Kamis (15/11-2018) siang.

“Di Kabupaten Mojokerto, sedikitnya ada 21 desa yang dikategorikan sebagai desa maju dan 200 desa berkembang. Tentunya saya berharap seluruh desa yang ada bisa menjadi desa mandiri dengan cara melakukan inovasi. Contoh inovasi bidang kesehatan yang mendapat penghargaan, antara lain Gemar Bertasbi UPT Puskesmas Bangsal, Bule Gazibu UPT Puskesmas Puri, dan Gepuk Mas UPT Puskesmas Ngoro,” kata Pungkasiadi.

Melalui PID, diharapkan agar P2KTD mampu mempersiapkan jasa layanan teknis yang dibutuhkan desa untuk mewujudkan kegiatan yang membutuhkan keahlian teknis tertentu dalam meningkatkan kualitas pembangunan desa. Pokja P2KTD dibantu tenaga ahli kabupaten akan melakukan inventarisasi ketersediaan P2KTD untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa.

“P2KTD bersifat mendukung pendampingan teknis yang dilakukan OPD dan tenaga pendamping profesional. P2KTD bertujuan agar desa-desa mendapat jasa layanan teknis lebih berkualitas dari lembaga profesional,” tambah wabup.


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto juga menguatkan kembali tujuan lahirnya PID. “Alasan lahirnya PID ialah karena pemerintah pusat ingin mendorong pemanfaatan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) lebih berkualitas, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dalam mengembangkan potensi yang ada. Sedangkan pendamping desa ikut serta dalam hal menggali potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah inovasi sehingga bisa menunjang kesejahteraan,” kata Ardi. (ika/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here