Petugas masih meneliti amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya di dekat RS Siloam yang seperti jurang menganga.

IM.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur yang terjun menyelidiki dugaan pelanggaran hukum di balik amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya memanggil 11 saksi dari tiga perusahaan.

Kuat dugaan, salah satu faktor utama penyebab jalan raya ambles sepanjang 100 meter dengan kedalaman 15 meter tersebut adalah pembangunan basement perluasan RS Siloam Jalan Raya Gubeng, Surabaya.

Nah, 11 saksi dari tiga perusahaan kontraktor yang diperiksa terlibat langsung dengan proyek tersebut. “Ada 11 orang yang kami interogasi sesuai keahliannya, seperti bagian memasang paku buminya dan kontruksinya,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di lokasi, Rabu (19/12/2018).

Penyelidikan insiden ini melibatkan tim ahli dari ITS, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Labfor Mabes Polri. Para ahli akan mengkaji penyebab amblesnya jalan Raya Gubeng sesuai data yang dirangkum dari keterangan saksi-saksi.


Dugaan awal Polda memang ada indikasi kelalaian dalam pengerjaan proyek parkir basement RS Siloam. Indikasi itu sejatinya sudah tercium polisi pada 2018 lalu.

Menurut Kapolda, kala itu pihaknya sudah mengingatkan pihak RS Siloam dan kontraktor tentang adanya rongga air saat proses pemasangan paku bumi. Sebagai informasi, saat ini pembangunan basement seluas 70 x 70 m dengan kedalaman 19 meter ini baru dikerjakan 11 persen.

Inilah salah satu poin penting yang sedang didalami penyidik Polda terhadap para saksi dari tiga perusahaan kontraktor tadi. Sebab faktanya usai kejadian amblesnya Jalan Raya Gubeng, rongga air itu semakin menganga. Hal itu diketahui dari keterangan lima saksi yang sudah diperiksa sebelumnya usai kejadian.

“Tim ahli (pembangunan Basement RS Siloam) sudah menyarankan agar pembangunan dievaluasi ulang menyusul penemuan itu. Sekarang kami akan mengejar itu, apakah saran peringatan itu direspons atau tidak oleh mereka,” tandas Kapolda.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui pada Selasa (18/12/2018) ada 29 pekerja yang bertugas. Dari 29 orang ini, pada Sore hari kembali 10 orang, dan malam ada 6 orang yang bertugas mengawasi rongga-rongga air tersebut.

“Kronologisnya, saat dia melakukan pengawasan terhadap rongga air itu, ada suara ledakan, kemudian dia lari ternyata jalanan ambles. Pekerja tadi lalu naik ke atas, dan memberitahu masyarakat untuk tidak lewat jalan itu,” demikian Kapolda. (sun/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here