Fuad Benardi, anak sulung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim, hari ini (26/3/2019) terkait kasus perizinan proyek basement RS Siloam yang menyebabkan amblesnya Jalan Raya Gubeng.

IM.com – Kasus Jalan Raya Gubeng ambles menyeret Fuad Benardi, anak Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Fuad yang diduga memuluskan perizinan proyek basement Rumah Sakit Siloam di Jalan Raya Gubeng, hari ini (26/3/2019) diperiksa penyidik Polda Jatim.

Sinyal keterlibatan Fuad dalam proses perizinan pembangunan basement RS Siloam di Jalan Raya Gubeng Surabaya berdasar keterangan sejumlah saksi lain. Namanya disebut menjadi aktor penting di balik keluarnya berbagai izin untuk pembangunan basement RS Siloam, termasuk Amdal.

“Kami konfrontasi keterangan beberapa saksi lain yang menyebyut nama F (Fuad Benardi). Terkait dengan perkembangan penanganan perkara jalan Gubeng yang ambles itu,” kata Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan di Polda Jawa Timur, Selasa (26/3/2019).

Diketahui, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan telah mengumumkan inisial dan posisi ke 6 tersangka itu pada 23 Januari 2019 lalu. Mereka RW, sebagai project manager PT NKE; RH, Project manager PT Saputra karya; LAH, enggenering SPV PT Saputra Karya; BS, Dirut PT NKE; A dan A, keduanya sebagai site manager PT Saputra karya.


Fuad Benardi usai diperiksa mengatakan ada 20 pertanyaan yang ditanyakan penyidik terkait kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng. Ia berkilah tak mengetahui masalah tersebut.

“Saya tak tahu apa-apa masalah itu, yang penting saya sudah senang bisa klarifikasi,” tandas Fuad.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan tak pernah ikut campur dalam proses perizinan proyek RS Siloam. Hal itu disampaikan Kabag Humas Pemkot Surabaya, Mohammad Fikser.

“Dalam hal perizinan, beliau (Risma) sendiri tidak pernah ikut campur apapun, ya,” ujar Fikser.

Fikser mengaku tidak tahu ihwal pemeriksaan terhadap anak sulungnya itu. Ia memastikan, atasannya itu pasti segera menyampaikan kepada publik usai berbicara dengan anaknya dan memahami duduk perkaranya.

“Sebagai ibu pasti bertanya soal permasalahan ini. Jadi nanti pasti ada komunikasi antara ibu dan anak. Jadi, ada waktunya beliau akan memberikan penjelasan kepada teman-teman (media, red),” ujarnya.

Fikser sendiri sebagai Kabag Humas yang selalu mendampingi Risma di setiap kegiatannya, hari ini belum sempat menyampaikan informasi tentang pemeriksaan Fuad oleh Polda.

“Saya sendiri belum ada kesempatan menyampaikan. Jadi, ibu sendiri memang belum tahu soal ini. Ya, Ibu memang belum tahu,” ujarnya.

Hari ini, Risma mengikuti sejumlah kegiatan sebagai Wali Kota Surabaya. Dia menghadiri penandatanganan pakta integritas camat se-Surabaya. Dia juga menghadiri sosialisasi pajak daerah di Gedung Pemkot Surabaya. (sun/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here