Pasutri caleg Partai Golkar yang bertarung di Dapil 1 Kabupaten Mojokerto, Winajat dan Rupiatin. Pasangan ini diprediksi meraih dua dari jatah 11 kursi DPRD untuk Dapil 1.

IM.com – Rivalitas keras antar caleg di Dapil 1 (Mojosari, Pungging, Ngoro) Kabupaten Mojokerto pada Pemilu 2019 menyajikan kisah kejayaan dan keterpurukan. Di saat pasangan suami istri caleg dari Partai Golkar diprediksi melenggang bersama ke gedung dewan, caleg peraih suara terbanyak di dapil yang sama (dulu Dapil 2) dari Partai Gerindra pada Pemilu 2014 lalu, kini justru terjungkal.

Winajat dan Rupiatin, pasutri yang maju bersama di Dapil 1 sukses mendulang suara besar. Perolehan suara pasutri asal Dusun Wotanmas, Desa Jedong, Kecamatan Ngoro masuk peringkat teratas yang berhak memperoleh dua dari jatah 11 kursi DPRD dari Dapil 1.

Winajat malah berjaya meraup suara terbanyak di Dapil 1 dengan 10.536 suara. Raihan ini melesat dibanding 2014 lalu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto 2014-2019 itu memperoleh 8.455 suara.

“Perolehan suara terbanyak dari Kecamatan Ngoro. 10 ribuan,” ungkap Winajat.


Berkebalikan dengan suaminya, Rupiatin ada di urutan paling buncit dari peringkat 11 besar caleg pengumpul suara terbanyak di Dapil 1. Namun capaian 3.216 suara yang diraih caleg nomor urut 3 itu cukup menggembirakan, mengingat statusnya sebagai pendatang baru.

Perolehan suara itu bahkan mampu mengalahkan incumbent dari partainya, Miadi. Suara tersebut sudah cukup mengantarkan Rupiatin ke gedung dewan sekaligus mendongkrak perolehan jumlah kursi Golkar di dapil sengit tersebut.

“Kalau istri suara paling banyak sepertinya dari Mojosari,” ujar caleg kelahiran 6 Maret 1968 ini.

Nasib kontradiktif dialami Supardi, caleg Partai Gerindra di Dapil 1. Berstatus incumbent dan peraih suara terbanyak di dapil yang sama pada Pemilu 2014, Supardi tak mampu berbuat banyak pada pemilihan wakil rakyat edisi 2019 ini.

Caleg asal Ngoro itu tidak mampu menjangkau perolehan suara terendah di peringkat 11 besar milik Rupiatin yang juga berasal dari kecamatan yang sama. Sementara lima tahun lalu, sukses mendulang 8.944 suara dan didapuk sebagai peraih suara terbanyak di Dapil Mojosari, Pungging, Ngoro (dulu Dapil 2).

“Supardi ini dulu peraih suara terbanyak, sekarang tersungkur,” ujar mantan Ketua KPU Kabupaten Mojokerto yang kini menjadi pemerhati politik regional, Didik Hendro.

Selain Supardi, caleg incumbent yang gagal mempertahankan kursinya adalah Ahmad Fauzi (PBB). (Sebaran perolehan suara Dapil 1 baca di
Persaingan Caleg Dapil 1 Kabupaten Mojokerto, Dua Incumbent Terpental, 4 Wajah Baru Lolos)
. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here