Para relawan Palang Merah Remaja sedang konsentrasi pada mater yang disampaikan PMI Kabupaten Mojokerto dalam latihan gabungan di Gedung SMA Negeri Sooko, Sabtu-Minggu (27-28/2091).

IM.com – Palang Merah Indonesia Kabupaten Mojokerto menggelar latihan gabungan bersama relawan Palang Merah Remaja, di Gedung SMA Negeri Sooko, Sabtu-Minggu (27-28/2091).

Latihan ini betujuan membekali para relawan kemanusiaan dalam melaksanakan Evakuasi Mandiri dan Pertolongan Pertama korban bencana atau kecelakaan di lingkungan sekolah dan di jalan raya.

Maksud dan tujuan ini seperti tertuang dalam materi Tata Laksana Evakuasi Mandiri dan Pertolongan Pertama dilingkungan sekolah, dan Tata Laksana Pertolongan Pertama kepada korban kecelakan di jalan raya dalam latihan gabungan tersebut.

“Materi ini sengaja dipiih guna menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN),” kata Didik Sudarsono dari PMI Kabupaten Mojokerto.


Mengambil tajuk Safety Training For Millenials PMR WIRA Se-Kabupaten Mojokerto, PMI menyajikan materi tersebut dengan model diskusi dua arah.

“Dengan metode ini diharapkan para peserta, relawan PMR bisa lebih mudah menyerap materi yang disajikan,”ujar Didik.

Dari diskusi itu, para peserta diajak praktik langsung melalui simulasi Evakuasi Mandiri dan Pertolongan Pertama di lingkugan sekolah.

Menurut PMI Kabupaten Mojokerto, tata laksana evakuasi mandiri dan pertolongan pertama di lingkungan sekolah merupakan hal penting untuk dipahami oleh para relawan PMR.

Terutama dalam situasi dan kondisi darurat, penanganan pertama kepada korban bencana bisa mengurangi resiko jatuhnya korban yang lebih banyak. 

Adapun untuk materi Tata laksana pertolongan pertama kepada korban-korban kecelakaan lalulintas kepada relawan-relawan muda PMI yang tergabung dalam wadah PMR Wira (setingkat SMA/SMK/MA).

Hal itu bertujuan untuk menumbuhkan jiwa yang gemar menolong. Terlebih ketika mereka mengetahui terjadinya kecelakaan.

Sebab, tak bisa dipungkiri bahwa saat ini di jalan raya adalah tempat yang paling sering menjadi lokasi orang menjadi cidera, cacat dan bahkan meninggal dunia.

Bahkan ketika mereka yang mengalami musibah di jalan raya cideranya menjadi tambah parah atau bahkan meninggal dunia karena tata laksana pertolongan pertama yang tidak sesuai. 

Selain Tata Laksana Evakuasi Mandiri dan Pertolongan Pertama, para relawan PMR juga diberikan materi tentang donor darah. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here