Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita (kiri) berbincang dengan Kepala BPPT Hammam Riza beserta jajaran membahas penerapan teknologi di Pemkot Mojokerto.

IM.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari telah meneken kerjasama penerapan teknologi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebagai langkah awal, BPPT akan menerapkan tiga jenis teknologi untuk dua bidang di Kota Mojokerto yakni lingkungan dan sistem informasi.

Untuk Teknologi Lingkungan, BPPT akan menerapkan Sanitary Landfill di TPA Randegan dengan konsep sel. Terutama terkait pemanfaatan gas metan hasil sampah menjadi listrik (waste to energy).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, Sanitary Landfill akan meningkatkan kemurnian gas metan yang dihasilkan dari TPA. Gas metan dari pengolahan sampah yang sudah dimurnikan itu akan dikonversi pembangkit listrik berbahan gas.

“Sehingga lebih bermanfaat, tidak sekedar hanya kebutuhan memasak seperti yg sudah berjalan saat ini,” kata Hammam, Selasa (28/5/2019).

Selain untuk pengolahan sampah menjadi gas metan, lanjut Hammam, BPPT akan menerapkan teknologi air bersih. Menurut Hammam, Pemkot Mojokerto memang ingin memastikan ketersedian air bersih bagi masyarakat terpenuhi.

“Teknologi BPPT untuk air bersih yang sudah teruji di berbagai daerah akan diterapkan di Mojokerto. Insya Allah tahun ini sudah bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Hammam.

Teknologi ketiga yang akan diterapkan di Mojokerto adalah di bidang sistem informasi. BPPT akan menerapkan SIMRAL (Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan) untuk mendukung performa dan kinerja Pemkot Mojokerto.

Hal ini sesuai amanat pemerintah agar setiap pemerintah daerah menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penerapan SPBE ini bertujuan untuk mewujudkan proses kerja yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“BPPT menargetkan tiga teknologi untuk dua bidang tersebut sudah bisa diterapkan di Pemkot Mojokerto dalam satu tahun ke depan. Baik teknologi maupun kesiapan humanware (SDM)-nya,” tutur Hammam.

Hammam menjelaskan, kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan sistem layanan serta memudahkan masyarakat mendapatkan akses pelayanan dr pemerintah. Pihaknya berharap tiga teknologi BPPT sudah bisa dirasakan masyarakat Kota Mojokerto mulai tahun ini.

“Saya kira kedepan akan semakin banyak inovasi BPPT yang digunakan untuk membantu menghela pembangunan ekonomi Kota Mojokerto,” demikian Hammam.

Sebelumnya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari telah mengunjungi laboratorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (23/5/2019). Kunjungan ini menindaklanjuti kerja sama penerapan teknologi BPPT untuk pembangunan di Kota Mojokerto yang telah diteken kedua pihak pada Selasa (14/5/2019) lalu. (Baca: Ning Ita Tinjau Teknologi BPPT untuk Pembangunan di Kota Mojokerto).

Walikota Mojokerto beserta jajaran meninjau beberapa laboratorium milik BPPT di antaranya Laboratorium Pusat Teknologi Lingkungan, Laboratorium Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi serta Laboratorium Balai Besar Teknologi Konversi Energi. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here