Ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) yang diprediksi mengalami puncak kepadatan kendaraan pada H-3 dan H+3 Lebaran 2019.

IM.com – Pengelola Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Astra Tol, memetakan dua titik rawan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pengendara yang melintasi tol Jomo diimbau meningkatkan kewaspadaan selama arus mudik Lebaran 2019 yang diperkirakan mencapai puncaknya pada H-3 dan H+3.

Dua titik rawan kecelakaan di ruas tol sepanjang 40,5 kilometer yang harus diwaspadai pemudik berada di KM 698 dan 683. Catatan Astra Tol Jomo, rata-rata terjadi 8 kali kecelakaan di ruas Tol Jomo setiap bulan.

“Kebanyakan kecelakaan terjadi karena human error, pengemudi kelelahan atau mengantuk,” kata Kepala Departemen Operasi I Astra Tol Jomo Tomy Rabyansah, Rabu (29/5/2019).

Tomy menerangkan, karakter jalan di KM 698 cenderung lurus sehingga para pengemudi berpotensi mengalami titik jenuh. Kondisi itu yang bisa menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi.


“Terdapat sedikit tanjakan panjang yang nampak seolah-olah landai di KM 683. Di situlah sering terjadi kecelakaan. Banyak pengguna jalan mengakui sering kurang antisipasi, kelelahan dan mengantuk juga pecah ban,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau para pemudik agar rajin memeriksa tekanan angin dan kondisi ban kendaraan. Para pemudik juga diminta agar segera berhenti di rest area atau tempat istirahat jika merasa lelah atau mengantuk.

Pihak Astra sendiri, kata Tomy, telah memasang delienator dan wire rope di sepanjang ruas Tol Jomo. Dua perangkat ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan.

“Perangkat ini berfungsi mengarahkan dan memberi peringatan bagi pengemudi pada malam hari. Sedangkan wire rope berfungsi menahan kendaraan agar tak sampai melompat ke lajur berlawanan,” paparnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here