Tiga truk terlibat tabrakan beruntun di depan MAN 2 Mojokerto, Jalan RA Basuni, Sooko, Sabtu (20/7/2019).

IM.com – Kecelakaan beruntun melibatkan tiga truk terjadi di jalan RA Basoeni, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (20/7/2019). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan truk bermuatan di depan MAN 2 Mojokerto tersebut.

Tiga truk yang terlibat tabrakan beruntun itu adalah plat nomor S 9759 UH yang disopiri Yasin (50) asal Tuban. Kemudian truk bernopol W 8347 NC dikemudikan Pras (23) asal kota Mojokerto dan, truk nopol S 9277 UH disopiri Edi (36), asal Jombang.

Sopir truk, Edi (36), menceritakan, posisi truk yang dia kemudikan ada di baris belakang iring-iringan kendaraan berat yang melaju dari arah selatan pertigaan bypass Sooko (Trowulan) ke utara (Tuban). Ketika tiba di depan MAN 2 Mojokoerto, tiba-tiba truk nopol W 8347 NC dan S 9759 UH yang ada di baris depan mengerem mendadak.

Pengereman mendadak itu seketika membuat Edi gelagapan dan tak bisa mengendalikan truknya. Tak pelak, truk bermuatan batu belah (tenslah) menabrak kendaraan di depannya nopol W 8347 NC.

“Saya tidak bisa menguasai kendaraan untuk berhenti, karena jarak antara truk saya dengan truk depan saya hanya 2 meter,” ungkap Edi, Sabtu (20/7/2019).

Sementara truk W 8347 NC yang dikemudikan Pras (23) juga menabrak truk S 9759 UH di depannya karena pengereman mendadak. Pras mengaku, kendaraannya hampir saja menerjang warung makan di sebelah MAN 2.

“Sebenarnya dari jarak yang cukup saya sudah melihat ada truk mengerem mendadak. Saya juga sempat menginjak rem melakukan rem dengan menggunakan kopling. Tapi tetap menabrak truk di depan, karena rem kopling saya lepas kendali,” jelas Pras yang mengaku berangkat dari Brangkal hendak pulang ke Puskopad.

Setelah menabrak bagian belakang truk dengan nopol S 9759 UH, truk yang dikemudikannya tetap melaju pelan dengan agak oleng hingga menyentuh dinding bangunan warung makan.

Sementara saksi mata, Ketut (22), mengatakan tabrakan beruntun itu terjadi karena truk paling depan melakukan pengereman mendadak. Itu dilakukan setelah pria yang bertugas sebagai satpam MAN 2 Mojokerto itu mencegat arus lalu lintas untuk menyeberangkan kendaraan mobil yang keluar dari sekolah.

“Tetapi sebenarnya saya juga tidak mencegat kendaraan tiba-tiba. Jarak antara saya menyeberangkan mobil dengan lokasi kecelakaan masih cukup jauh, sekitar 100 meter. Tidak tahu kenapa truk baru melakukan pengereman mendadak saat sudah dekat dengan posisi saya menyeberangkan mobil,” terang Ketut.

Pihak kepolisian masih menyelidiki kecelakaan ini. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here