Jembatan timbang Trowulan, Mojokerto yang belum dioperasikan lagi, kini hanya berupa bangunan mangkrak.

IM.com – Nasib 16 jembatan timbang di Jawa Timur pasca pengalihan kewenangan dari pemerintah provinsi ke pusat masih menggantung. Padahal fungsi jembatan timbang sangat vital guna mengontrol tonase kendaraan dan memelihara kualitas jalan raya.

Selama ini, operasional jembatan timbang di Jawa Timur tercatat yang terbaik se-Indonesia. Namun belasan jembatan timbang tersebut kini mangkrak pasca pengelolaannya diambil alih pemerintah pusat mengambil sesuai UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Kami menyayangkan jika jembatan timbang itu tidak dioperasionalkan kembali, karena selama ini berkontribusi untuk memperpanjang usia jalan. Apalagi pengelolaan jembatan timbang di Jatim adalah terbaik di Indonesia,” Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim, Fattah Jasin di kantornya, Selasa (30/7/2019).

Sekadar diketahui, sebelum diambil alih oleh pemerintah pusat, pengoperasian JT di Jatim sudah menggunakan sistem komputerisasi. Sejumlah titik juga dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV).

Dari 20 jembatan timbang di Jawa Timur yang mangkrak pasca alih kelola dua tahun silam, baru 4 titik yang dioperasikan lagi. Empat jembatan timbang lebih telah dioperasikan kembali pada medio dan akhir 2018 lalu yakni Jembatan Timbang Widang di Tuban, Widodara di Mantingan-Ngawi, serta di Trosobo-Taman Sidoarjo dan Rejoso, Pasuruan.

Fattah mengatakan, Gubernur Jatim saat masih dijabat Soekarwo pada Februari 2019 lalu sejatinya sudah berkirim surat ke Menteri Perhubungan. Dalam surat itu, gubernur meminta agar seluruh jembatan timbang di Jatim segera dioperasikan lagi dan pemprov dapat dilibatkan dalam pengelolaan di lapangan.

“Kami terus berkoodinasi dengan Dirjen Perhubungan Darat. Kami siap dengan SDM-nya, dananya tetap dari pusat,” cetusnya.

Sebelumnya, mantan Gubernur Jatim Soekarwo mengungkapkan, tidak difungsikannya jembatan timbang membuat kualitas jalan di Jatim menjadi turun lantaran tidak ada alat pengontrol tonase kendaraan, terutama angkutan barang. Menurutnya, muatan kendaraan berat yang tak terkontrol itulah salah penyebab ambruknya jembatan Widang, Tuban pada H-15 lebaran 2018 lalu.

“Bahkan, dalam laporannya truk yang melintas beratnya 130 ton. Inikan sangat berbahaya,” ucap Soekarwo ketika masih menjabat gubernur kala itu. (im)

  1. Jembatan Timbang Widodaren, Ngawi
  2. Jembatan Timbang Baureno, Bojonegoro
  3. Jembatan Timbang Widang, Tuban
  4. Jembatan Timbang Lamongan, Lamongan
  5. Jembatan Timbang Socah, Bangkalan
  6. Jembatan Timbang Trosobo, Sidoarjo
  7. Jembatan Timbang Jrengik, Sampang
  8. Jembatan Timbang Rejoso, Pasuruan
  9. Jembatan Timbang Sedarum, probolinggo
  10. Jembatan Timbang Besuki, Sidtubondo
  11. Jembatan Timbang Watudodol, Banyuwangi
  12. Jembatan Timbang Kalibarumanis, Banyuwangi
  13. Jembatan Timbang Rambugundam, Jember
  14. Jembatan Timbang Klakah, Lumajang
  15. Jembatan Timbang Singosari, Malang
  16. Jembatan Timbang Trowulan, Mojokerto
  17. Jembatan Timbang Talun, Blitar
  18. Jembatan Timbang Mojoagung, Jombang
  19. Jembatan Timbang Pojok, Tulungagung
  20. Jembatan Timbang Guyangan, Madiun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here