Penandatanganan Memorandum of Understanding/Nota Kesepahaman (MoU) investasi pembangunan pusat pengelolaan limbah industri (PPLI) di Dawarblandong, Mojokerto yang disaksikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (27/8/2019).

IM.com – Inggris membuktikan komitmennya menyuntik investasi besar untuk pembangunan pusat pengelolaan limbah industri (PPLI) dan bahan beracun dan berbahaya (B3) di Dawarblandong, Mojokerto. Investasi itu dituangkan dalam Memorandum of Understanding/Nota Kesepahaman (MoU) yang diteken perwakilan perusahaan asal Inggris, Serba Dinamik Internasional Limited (SDI Ltd.) dengan PT Jatim Grha Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim.

Serba Dinamik Internasional Limited (SDI Ltd.) yang akan menyepakati kerjasama investasi pembangunan PPLI Dawarblandong merupakan perusahaan di bidang mesin dan peralatan Industri asal Inggris. Penandatangan MoU disaksikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen John Jenkins di Gedung Negara Grahadi, Selasa (27/8/2019).

Selain di Dawarblandong, dalam acara tersebut juga disepakati penandatanganan MOU antara Dowa Eco System Co Ltd yang mewakili PT Prasadha Pamunaah Limbah Industri (PPLI) untuk kerjasama pembangunan pengelolaan limbah B3 di Brondong, Lamongan. PT Pembangkit Listrik Jawa Bali (PT PJB) yang hadir dalam penandatanganan tersebut pun menyambut baik adanya progres pembangunan pengelolaan limbah B3 tersebut.

Selama ini, PLTU di Paiton, Situbondo, Pacitan, Tuban, dan Gresik menghasilkan limbah B3 maupun non B3 yang harus diolah jauh di PPLI Cileungsi, Bogor. Sugiyanto menjelaskan, per bulannya, satu PLTU menghasilkan 2 sampai 3 ton limbah B3.


“Terlalu jauh dan biayanya mahal,” ujar Direktur Operasi PT PJB, Sugiyanto.

Makanya, PT PJB sangat bersyukur ketika ada pengelolaan limbah B3 di Jawa Timur. Menurut Sugiyanto, hal itu akan mempunyai banyak manfaat dan menghemat biaya pengolahan.

“Bentuk limbahnya itu bisa aki bekas atau baterai dan juga minyak pelumas,” kata Sugiyanto.

Pemerintah Inggris memang sangat menaruh minat berinvestasi di Indonesia. Negeri Ratu Elizabeth itu bahkan disebut sudah menyiapkan investasi jumbo untuk Indonesia sebesar Rp 500 triliun dari dana pemerintah maupun pihak swasta.

“Sebagian untuk tambahan investasi LRT di Jakarta dan Jawa Barat,” kata Gubernur Khofifah.

Kesempatan itu tak disia-siakan Khofifah untuk menarik sebagian investasi Inggris ke Jatim. Khofifah menyatakan, pemprov berencana menarik investasi dari Inggris untuk pengadaan sistem transportasi massal, Lintas Raya Terpadu (LRT) di Jatim.

“Ini yang pernah saya sampaikan untuk koneksitas Gerbang Kertosusila,” ungkapnya.

Selain investasi untuk pembangunan PPLI Dawarblandong, ada dua kerjasama investasi lain yang juga telah disepakati perusahaan asal Inggris di Jatim. Yakni kerjasama vokasi pengelasan bawah laut antara Welding Institute, Inggris, dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Serta kerjasama peningkatan kualitas dan kuantitas guru Bahasa Inggris di Jawa Timur antara Cambridge Univerity dengan Universitas Negeri Airlangga (Unair) Surabaya.

“Kami datang ke sini juga untuk melihat potensi dan peluang investasi di masa mendatang di Jawa Timur, termasuk di antaranya di bidang energi,” tutur Dubes Inggris untuk Indonesia Owen John Jenkins. (im)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here