Kapolresta Mojokerto Pimpin Salat Ghaib untuk Dua Mahasiswa Kendari
Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto menyampaikan ucapan duka cita dan bela sungkawa meninggalnya Immawan Randy dan Muh Yusuf Kardawi mahasiswa Halu Oleo (UHO) Kendari saat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kendari Sulawesi Tenggara

M.com – Ucapan duka cita dan bela sungkawa disampaikan Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, SH, SIK, MH atas meninggalnya Immawan Randy dan Muh Yusuf Kardawi mahasiswa Halu Oleo (UHO) Kendari saat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kendari Sulawesi Tenggara.

Hal itu disampaikan Kapolresta Mojokerto dihadapan Mahasiswa Mojokerto Raya yang tergabung kelompok Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada Sabtu (28/9) pukul 15.30 WIB.  

Kapolresta Mojokerto Pimpin Salat Ghaib untuk Dua Mahasiswa Kendari
Kapolresta Mojokerto juga menggelar salat Ghaib, Tahlil dan doa bersama di Mako Polresta Mojokerto oleh Kapolresta Mojokerto bersama PJU dan seluruh anggota, pengurus Cabang IKA PMII Mojokerto

Selain ucapan duka cita dan bela sungkawa, Kapolresta Mojokerto juga menggelar salat Ghaib, Tahlil dan doa bersama di Mako Polresta Mojokerto oleh Kapolresta Mojokerto bersama PJU dan seluruh anggota.

Termasuk pengurus Cabang IKA PMII Mojokerto Saiful Amin juga pengasuh Pondok Pesantren Sigramilir Kota Mojokerto dan sekitar 60 orang mahasiswa PMII Mojokerto dipimpin Loudry Fathurachman Ketua Pengurus Cabang PMII Mojokerto.

Dalam kesempatan itu, AKBP Bogiek Sugiyarto, SH, SIK, MH. dengan didampingi pejabat utama Polresta menyerahkan karangan bunga duka cita dari Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Luki Hermawan, M.Si. serta dari jajaran Polresta Mojokerto, karangan bunga diterima Loudry Fathurachman disaksikan sekitar 60 Mahasiswa di Mako Polresta Mojokerto.

“Kami segenap anggota Polresta Mojokerto ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Immawan Randy dan Muh Yusuf  Kardawi mahasiswa Halu Oleo Kendari. Semoga almarhum Husnul Khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucap  Kapolres dan berharap seluruh Mahasiswa Mojokerto Raya bisa saling bersinergi dan bergandeng tangan dengan aparat keamanan dalam menyelesaikan setiap permasalahan di negeri ini.

“Yakinlah  kejadian yang menimpa kedua mahasiswa Halu Oleo (UHO) Kendari sudah diproses tim pencari fakta. Negara kita adalah Negara hukum barang siapa yang melakukan pelanggaran hukum tidak pandang bulu akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya. (uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here